GNP 33 UUD 1945 Siantar Tolak Kenaikan Tarif Air Minum PDAM

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP-33 UUD 1945) menggelar aksi massa di depan di kantor PDAM Tirtauli Siantar, Jumat (4/10/2013). Mereka menolak kenaikan tarif air minum sebesar 300%.

Massa aksi GNP 33 UUD 1945 ini memulai aksinya dari lapangan Haji Adam Malik kota Siantar. Lalu mereka bergerak menuju kantor DPRD Pematangsiantara. Tiba di kantor DPRD, massa aksi langsung menyergap anggota DPRD yang sedang melakukan rapat di Rapat Komisi Gabungan.

Di depan ruangan itu aktivis GNP 33 UUD 1945 menggelar mimbar bebas. “PDAM Tirtauli ini adalah BUMD yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air minum bagi warga Siantar. Dalam perkembangannya, perusahaan ini selalu mengalami kerugian. Hal ini disebabkan oleh praktek korupsi dan kesalahan pengelolaan,” ujar Fransiskus Silalahi, aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang menjadi jubir GNP 33 UUD 1945.

Tak lama berorasi, seorang anggota DPRD menemui massa aksi dan mengarahkannya ke ruang Komisi II DPRD Pematang Siantar. Di ruangan itu sedang berlangsung rapat antara pihak DPRD dengan PDAM Tirtauli.

Di depan pintu ruangan rapat, massa aksi berteriak “Turunkan Badri Kalimantan”. Dia adalah Direktur PDAM Tirtauli. Tak hanya itu, massa aksi mendesak agar Badri Kalimantan keluar menemui massa aksi. “Kenaikan tarif ini sangat merugikan rakyat. Dia harus keluar untuk mempertanggung-jawabkan kebijakannya itu,” ujar Fransiskus.

Menurut Frans, kenaikan tarif PDAM sebesar 300% ini juga memperlihatkan kecenderungan membisniskan layanan air bersih bagi rakyat. “Air adalah kebutuhan rakyat untuk hidup. Di dalam konstitusi, yakni pasal 33 UUD 1945, layanan air bersih tidak bisa dikomersilkan,” ujarnya.

Sejumlah anggota DPRD Pematangsiantar, terutama dari Komisi II, sempat menemui pengunjuk rasa. Anggota Dewan menyatakan, kenaikan tarif air minum masih dalam pembahasan antara Pemerintah Kota dengan DPRD Pematangsiantar. Kami akan adakan rapat terbuka untuk publik pada 22 Oktober 2013. Kami mengundang GNP 33, Forum Pelanggan PDAM Tirtauli, dan akan membahas alasan konkret tentang kenaikan tarif air serta transparansi keuangan di tubuh PDAM Tirtauli,” kata Kennedy Parapat, anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar.

Setelah menggelar aksi di gedung Dewan, massa GNP 33 kemudian melanjutkan aksi ke kantor PDAM Tirtauli, di Jalan Porsea Pematangsiantar. Di sini, massa GNP 33 membacakan pernyataan sikap.

Hugget

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut