GNP 33 Lampung Menolak Kenaikan Harga BBM

LMND.jpg

Puluhan massa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bandar Lampung dan UKM-BS UBL yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33) UUD 1945 menggelar aksi massa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, Rabu (4/11). Aksi ini dimulai pada pukul 15.00 sore, dengan berjalan kaki dari jalan Raden Intan depan Gramedia sampai Tugu Adipura Bandar Lampung.

Koordinator lapangan, Reza Fadlie, mengatakan bahwa dengan kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya dan akan menyebabkan masyarakat khususnya dari kalangan menengah kebawah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Rismayanti, Ketua LMND Eksekutif Kota Bandar Lampung, bahwa rezim Jokowi–JK tidak ada ubahnya dengan rezim SBY–Boediono yang tidak pro terhadap rakyat. “Kenaikan harga BBM masih menjadi bumbu pahit bagi masyarakat Indonesia yang diberikan oleh pemerintahan baru yang ironisnya pada masa kampanyenya kemarin gencar membicarakan soal Trisakti”, ujarnya.

Rezim Jokowi-JK lebih memilih menaikkan harga BBM daripada berupaya untuk merebut aset- aset khususnya aset pertambangan yang masih dikuasai asing, “Ini sangatlah bertentangan dengan semangat Trisakti yang Jokowi-JK gembar gemborkan selama ini, dan lagi-lagi masyarakat yang menjadi korban”, tambahnya.

Selanjutnya Reza Fadlie menambahkan bahwa solusi bagi pemerintahan Indonesia saat ini adalah dengan melaksanakan  amanat Pasal 33 UUD 1945 yaitu dengan melakukan nasionalisasi tambang-tambang asing.“Sudah saatnya kita menikmati hasil kekayaan alam kita sendiri, dengan mengelolanya sendiri untuk kesejahteraan rakyat”, jelasnya.

Devin Areyansh

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut