GMNI Pekanbaru Galang Bantuan Untuk Bayi Penderita Hydrocephalus

Nasib malang dialami oleh Muhamad Arif, bayi berusia 2,5 bulan yang menderita hydrocephalus. Arif hanya terbaring lemas di tempat tidur tanpa perawatan. Maklum, ayah Arif hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

Untuk menolong bayi malang ini, aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Pekanbaru menggelar aksi penggalangan dana. Selain itu, GMNI akan melakukan advokasi kesehatan terhadap M. Arif.

Dalam aksi penggalangan dana yang berlangsung siang kemarin (17/4/2012), GMNI berhasil mengumpulkan dana Rp4.100.000,-. Dana itu diperoleh dengan cara meminta sumbangan kepada warga masyarakat pengguna jalan.

Ketua GMNI Pekanbaru, Zakirman, mengatakan, M.Arif seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. “Penderita Hydrocephalus dan sejenisnya mestinya mendapat perhatian khusus pemerintah. Apalagi, jika mereka berasal dari keluarga miskin,” kata Zakirman.

M.Arif sendiri, seperti dituturkan Zakirman, belum pernah menerima uluran tangan dari pemerintah. Padahal, bayi mungil itu sangat membutuhkan pertolongan dan punya hak hidup sebagai warga negara Indonesia.

Menurut Zakirman, bayi penderita hydrochepalus seperti M Arif masih punya kesempatan untuk sembuh dan hidup normal. Asalkan, ia segera mendapatkan perawatan medis yang baik.

Hanya saja, dalam banyak kasus, pemerintah terkadang tidak cepat menanggapi kejadian seperti ini. Lebih parah lagi, jika pasien hydrochepalus itu berasal dari keluarga miskin, maka mereka belum tentu bisa berobat.

Zakirman berharap, pihak rumah sakit mengutamakan pelayanan medis ketimbang berfikir tentang biaya pengobatan. “Hak mendapatkan kesehatan adalah hak setiap warga negara. Ini dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut