Gerilyawan Kiri Kolombia Masih Terus Bergerak

Kelompok gerilyawan kiri terbesar kedua di Kolombia, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), menegaskan akan terus membangkitkan perjuangan bersenjata hingga perdamaian nyata benar-benar tercapai di Kolombia.

Dalam sebuah komunike yang baru saja dikeluarkan, ELN dengan tegas mengatakan, “mereka akan fokus mendukung perjuangan rakyat dan mereka yang tanpa lelah berjuang untuk tujuan mencapai perdamaian nyata di Kolombia.

“Kami adalah pejuang untuk tanah air untuk semua orang, tanpa pengecualian apapun, dan untuk perdamaian nyata yang mengakhiri ketidakdilan dan membawa demokrasi rakyat, kedaulatan, kesetaraan sosial untuk mayoritas,” ujar ELN dalam komunikenya.

ELN mengatakan, pemberontakannya adalah sebagai hak sejati massa rakyat, dan bangsa yang sudah lama berada di bawah eksploitasi kapitalis dan dominasi dari negara amerika utara.

ELN adalah kelompok gerilya kiri yang berdiri sejak 1965. Kelompok gerilyawan ini sangat terinspirasi oleh pengalaman Fidel Castro dan Che Guevara saat memimpin revolusi Kuba.

ELN sendiri didirikan oleh sejumla mahasiswa, katolik radikal, dan intelektual kiri yang berharap menerapkan pemikiran Fidel dalam situasi Kolombia.

Kelompok gerilyawan kiri lainnya adalah Angkatan Perang Revolusioner Kolombia (FARC). Organisasi ini berdiri pada bulan Mei 1964. Baru-baru ini, pemimpin tertinggi FARC, Alfonso Cano, terbunuh dalam sebuah serangan militer Kolombia.

Pasca kematian Cano, gerakan FARC tidak meredup. Bahkan, untuk memperlihatkan aktivitasnya, FARC melancarkan serangan terbatas terhadap kelompok dan pos-pos militer Kolombia.

ELN dan FARC punya kesamaan program: keduanya mengaku mewakili kaum miskin pedesaan melawan kaum kaya Kolombia. Mereka juga menentang dominasi AS di Kolombia, privatisasi sumber daya, dominasi perusahaan multi-nasional.

Kedua organisasi gerilya kiri ini juga sama-sama dicap oleh Departemen Luar Negeri AS sebagai organisasi teroris. Pada bulan januari 2008, Presiden Hugo Chavez menolak tudingan AS dan eropa terkait klasifikasi ELN dan FARC sebagai organisasi teroris.

Pemerintah Kolombia sendiri memperkirakan, kekuatan gerilya yang dimiliki oleh ELN mencapai 2500 orang, sedangkan FARC berkekuatan sekitar 8000 orang. Tetapi, itu adalah angka-angka yang dikeluarkan pihak militer.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut