GERAM Samarinda Serukan Persatuan Anti Imperialisme

Meski ditengah hujan lebat, puluhan pemuda dari Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Samarinda, Kalimantan Timur, tetap memperingati hari sumpah pemuda ke 83 dengan mengusung semangat persatuan anti imperialisme, Jumat (28/10/2011).

Massa memulai aksinya di depan Universitas Mulawarman (Unmul) dengan berorasi mengajak keterlibatan mahasiswa. Setelah itu, massa kemudian bergerak menuju gedung Gubernur Kaltim di Jl. Gajah Mada. Di sana mereka melakukan aksi duduk di tengah badan jalan tersebut.

Dalam aksinya, massa juga membagi-bagikan selebaran yang berisi persatuan nasional anti imperialisme dan seruan untuk menyikapi reformasi agraria, Undang-undang intelijen, penghapusan utang, serta memperjuangkan terlaksananya pasal 33 UUD 1945.

Kaum pemuda sejak semula menyerukan persatuan melawan kolonialisme belanda untuk tujuan Indonesia merdeka. “Sejak awal gerakan pemuda adalah gerakan anti kolonialisme Belanda,” kata kordinator lapangan, Natalis.

Perwakilan Partai Rakyat Demokratik (PRD) Parsaoran Damanik, dalam orasinya menyatakan bahwa pemerintahan SBY-Budiono yang begitu patuh menjalankan kebijakan neoliberalisme yang sangat merugikan bangsa dan rakyat sudah mengkhianati cita-cita pemuda sejak kemerdekaan.

“Cita-cita pemuda yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia sudah dikhianati oleh Pemerintahan SBY-Budiono yang pro neoliberalisme. Karena itu, pasal 33 UUD 1945 menjadi solusi kongkrit dalam melawan penjajahan asing,” ungkapnya.

Pihak kepolisian yang mengawal ketat jalannya aksi terpaksa menutup ruas jalan Gajah Mada dan mengalihkan rute kendaraan yang akan melintasi jalan tersebut. Massa GERAM sendiri melakukan sweeping pada kendaraan dinas yang melintas.

Sekalipun demikian, massa aksi massa GERAM ini tetap berjalan tertib hingga membubarkan diri.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut