Gerakan Rakyat Di NTB Mendiskusikan Persoalan Lokal

Puluhan organisasi Rakyat di Nusa Tenggara Barat duduk bersama untuk mendiskusikan berbagai persoalan di tingkatan lokal, diantaranya, relokasi warga Pulau Sunut, limbah tailing PT. Newmont Nusa Tenggara, dan kasus tanah Sekaroh.

Adapun organisasi yang berpartisipasi dalam diskusi ini, yaitu Serikat Tani Nasional (STN), LMND, Gema Alam NTB,YASEMA,LRI-HAM Lombok Timur, SRMI, KNTI, Serikat Masyarakat Selatan (SMS),Yayasan Kusuma Rinjani (YKR), LPSDN, dan Advokasi Buruh Migrant Indonesia (ADBMI).

Ahmad Rifai, yang memimpin jalannya diskusi, menegaskan bahwa tujuan diskusi ini adalah membedah akar berbagai persoalan lokal, mencarikan solusinya, dan merancang aksi bersama.

Diskusi dijalankan dengan membagi tema dalam tiga sub pembahasan, sedangkan masing-masing organisasi di beri kesempatan untuk memberikan pandangan-pandangan terkait malasah tersebut.

Relokasi Pulau Sunut

Terkait rencana relokasi 109 orang Kepala Keluarga (KK) di pulau Sunut, Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS), Sayadi, mengungkapkan bahwa relokasi dilakukan karena tempat mereka akan dijadikan tempat wisata.

“Pemerintah menciptakan ilusi,“ kata Sayadi, “bahwa pariwisata akan mengangkat kesejahteraan rakyat banyak.”

Akan tetapi, sebagaimana dikatakan aktivis Gema Alam NTB, M Junaidi, bahwa kebanyakan proyek pembangunan, termasuk kawasan wisata, tidak memperhitungkan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

sementara Marnim, dari Serikat Tani Nasional, menegaskan bahwa pariwisata boleh saja dikembangkan oleh Pemda, tetapi hal itu harus melalui persetujuan dan konsultasi dengan rakyat terlebih dahulu.

Persoalan lain yang terungkap dalam diskusi mengenai relokasi warga pulau Sunut ini, sebagaimana disampaikan Mustarah, aktivis dari LPSDN, bahwa kebijakakan pembangunan ini bermasalah soal tanah dengan penduduk.

“Si pihak pengusaha (Louis, dari Perancis), belum menyelesaikan persoalan tanah dengan penduduk. Dan, di sini warga punya dokumen yang jelas,” ungkapnya.

Sebagai rekomendasi mengenai persoalan ini, para aktivis gerakan rakyat bersepakat untuk melakukan klarifikasi ke Pemda Lombok Timur, memantau kasus sengketa tanah antara warga versus pengusaha, dan mempertanyakan analisis Amdal proyek ini kepada Pemda setempat.

Ancaman Limbah Tailing

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) NTB Amin Abdullah menyatakan bahwa keberadaan aktivitas PT. NNT telah menyebabkan perubahan pola tangkapan para nelayan di sekitar wilayah eksplorasi dan pembuangan limbah.

Limbah tailing PT. NNT telah menghancurkan plankton, sejenis mikro organisme laut yang menjadi sumber pakan bagi ikan dan hewan laut lainnya, sehingga berpengaruh pula pada penurunan jumlah tangkapan ikan para nelayan.

Andra Ashadi, aktivis dari LMND, mengungkapkan bahwa keberadaan limbah tailing juga telah merusak hutan bakau di pulau Sumbawa. “Penganugerahan penghargaan lingkungan terhadap PT. NNT adalah manipulatif,” ujar Andra.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kerusakan lebih lanjut, para aktivis bersepakat untuk memperluas kampanye mengena dampak negatif limbah tailing PT. NNT, dan mendesak pemda agar berdaulat terhadap perusahaan asing ini.

Kasus Tanah Sekaroh

STN, organisasi yang melakukan advokasi terhadap warga Sekaroh, menegaskan posisi mereka bahwa petani menginginkan membagi lahan hutan Sekaroh menjadi tiga bagian, yaitu hutan produksi, penggembalaan, dan hutan lindung.

Maknim, yang mewakili organisasi STN, menjelaskan bahwa hutan Sekaroh tidak bisa lagi sepenuhnya dianggap hutan, mengingat bahwa warga sudah lama membangun pemukiman di kawasan ini, yaitu sejak jaman Jepang.

Oleh karena itu, petani menyatakan penolakan keras terhadap rencana penghijauan yang akan mendatangkan perusahaan dari Korea Selatan, yaitu The Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Di mata Amin Abdullah, proyek penghijauan ini lebih bermotifkan kepentingan bisnis, bukan kepentingan konservasi alam.

Untuk itu, pihaknya mendesak agar gerakan rakyat segera mengajukan tuntutan untuk zonasi di kawasan hutan tersebut, demi memperjelas batas-batas kepemilikan petani dan hutan lindung.

Perlunya Persatuan Gerakan

Di bagian-bagian eksplorasi masalah dan saat perumusan rekomendasi, para aktivis terlihat sangat menginginkan adanya persatuan gerakan rakyat, yang dimaksudkan sebagai alat perlawanan terhadap rejim neoliberal di tingkat lokal.

Romahidayat, aktivis dari BDMI, bahkan menggaris bawahi bahwa persatuan gerakan ini tidak sebatas di tingkat lokal, tetapi harus berskala nasional.

Mereka sangat menyadari bahwa kelemahan dalam mengkampanyekan isu lokal membuat berbagai permasalah ini kurang menjadi sorotan umum, sehingga masyarakat hanya berjuang sendiri-sendiri.

Para aktivis juga menekankan arti penting solidaritas dari berbagai spektrum gerakan perlawanan, sehingga salit menguatkan di antara gerakan perlawanan itu sendiri.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags:
  • Zulpahmi

    PT.NNT merupakan PT yang tidak memihak pada rakyat di sekitarnya, kenpa demikian….?
    mari kita berkaca pada PT.Freeport Indonesia di daerah TIMIKA/PAPUA, dimana PT.Freeport memberikan jaminan kepada penduduk di sekitarnya baik melalui pengembangan SDM melalui pendidikan atau kesejahteraan masyarakat dengan cara memberikan peluang kerja kurang lebih 80% untuk penduduk sekitarnya, adapun mengenai limbah tailing PT.Freeport Indonesia memanfaatkan tailing tersebut untuk membangun bandar udara kilangin TIMIKA/PAPUA, membangun jalan raya, coba pemerintah melihat kondisi jalan di TIMIKA yang semua jalan tersebut adalah berasal dari Tailing PTFI yang di ,manfaatkan untuk kepentingan masyarakat TIMIKA pada khususnya dan masyarakat PAPUA padaa umumnya.
    penggunaan limbah Tailing tersebut pada dasarnya mengalami penolakan dari masyarakat dan pemerintah dengan alasan Limbah Tailing mengandung zat kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi setelah dikaji dan di pertimbangkan oleh PTFI maka pemanfaatan limbah tailing tersebut cukup besar dari pada mudharatnya, mungkin sudah saatnya bagi PT.NNT untuk membuka diri pada masyarakat luas dan menggunakan tambang terbuka seperti PTFI bukan tambang tertutup sehingga masyarakat tau tentang PT.NNT dan segera belajar dari PTFI tentang cara penggunaan limbah Tailing sehingga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.