Gerakan Rakyat Di Kendari Tolak Kenaikan Harga BBM

KENDARI (BO): Kenaikan harga BBM dan TDL secara bersamaan akan benar-benar menyengsarakan rakyat banyak. Industri dalam negeri juga akan terkena dampak langsung akibat kenaikan dua bahan energi tersebut.

Hal itu disuarakan sejumlah elemen pergerakan rakyat di Kendari, Sulawesi Tenggara, saat menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM dan TDL, Kamis (8/3/2012). Elemen pergerakan yang menggelar aksi meliputi: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

“Alasan kenaikan harga minyak dunia hanyalah kedok pemerintah untuk menutupi niatnya meliberalkan sektor migas Indonesia. Untuk kasus kenaikan BBM, pemerintah ingin mengarahkan harga BBM dalam negeri setara dengan harga pasaran dunia,” kata Ketua Ketua PRD Sultra, Badaruddin.

Badaruddin menjelaskan, selama ini pemain asing sulit terlibat dalam distribusi dan penjualan BBM di Indonesia. Pasalnya, harga BBM Indonesia terbilang rendah karena disubsidi dan monopoli Pertamina.

Akan tetapi, kata Badaruddin, ketika harga BBM sudah diserahkan pada mekanisme pasar, maka pemain asing seperti Sheel, Chevron-Texaco, British Petroleum bisa mengambil keuntungan dalam bisnis BBM di Indonesia.

Dalam aksinya, massa LMND, PRD, dan SRMI ini membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap SBY-Budiono. “Rejim SBY-Budiono adalah antek imperialis. Sudah tiba saatnya rakyat Indonesia menurunkannya,” teriak salah seorang massa aksi.

Dalam seruan politik, massa aksi menuntut agar pengelolaan energi nasional dikembalikan dalam koridor pasal 33 UUD 1945. “Pengelolaan energi harus memprioritaskan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” demikian ditulis dalam pernyataan politik ketiga organisasi tersebut.

Seusai membakar ban dan menggelar orasi, massa aksi kemudian bergeser ke kantor DPRD Sultra. Di sana mereka melakukan dialog dengan anggota DPRD perihal kebijakan energi nasional dan penolakan kenaikan harga BBM.

WIWIN IRAWAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut