Gerakan Nasional Batalkan Kenaikan TDL Kepung Istana Merdeka

JAKARTA: Sedikitnya 300-an orang aktivis pergerakan rakyat, yang menyebut diri sebagai “Gerakan Nasional Batalkan Kenaikan TDL dan Turunkan Harga”, menggelar aksi massa di depan istana merdeka, Sabtu (7/8).

Awalnya, massa berkumpul di dekat patung kuda, seberang gedung Indosat, lalu melakukan longmarch menuju istana merdeka. Selain menyampaikan kecaman melalui yel-yel perjuangan, massa juga melakukan orasi politik secara bergantian.

Ada 42 organisasi pergerakan rakyat yang bergabung dalam aksi itu, diantaranya, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Perempuan Mahardika, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), SP PLN, SMI, dan PPRM, dan lain sebagainya.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menilai, bahwa keputusan menaikkan harga TDL dan kenaikan harga sembako merupakan bukti kegagalan rejim neoliberal di Indonesia, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Gerakan nasional menuding, karena SBY-Budiono mengadopsi sepenuhnya sistim kapitalisme, maka seluruh produk kebijakannya pun mengabdi kepada kepentingan kapitalis nasional dan internasional.

“selama pemerintah menganut sistim kapitalistik, bukan sistim kerakyatan atau sosialistik, maka tidak ada jalan perubahan di negeri,” ujar seorang orator di atas mobil komando.

Selain menggelar orasi-orasi politik, massa juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan watak rejim neoliberal sekarang ini. “mereka bergandengan tangan dengan imperialisme, dan memilih untuk memusuhi rakyat,” katanya.

Menjelang malam hari, sekitar pukul 17.00 WIB, massa mulai bergerak meninggalkan istana merdeka dan sempat diguyur hujan. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut