Gerakan Anti-Privatisasi Pendidikan Meluas Di Chile

Perjuangan mahasiswa dan pelajar di Chile berubah menjadi protes nasional. Dalam aksi siang tadi (13/5), sekitar 100.000 orang bergabung dalam protes nasional menentang rencana pemerintah memprivatisasi pendidikan.

Di Kota Santiago, Ibukota Chile, jumlah massa aksi diperkirakan mencapai 50.000 orang, yang merupakan gabungan dari professor, mahasiswa, dosen, dan pekerja.

“Ini adalah pawai besar-besaran dan sekaligus dan sekaligus menunjukkan ketidaksetujuan umum model yang berdampak pada sistem pendidikan di negara kita,” kata Camila Vallejo, presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile.

Menariknya, berbeda dengan gerakan anti-privatisasi di Indonesia, para rektor dan pejabat Universtias telah bergabung dengan aksi protes.

Demonstran berjanji akan memperluas pemogokan jika pemerintah tidak mau memenuhi tuntutan mereka, meskipun direpresi oleh Carabineros yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka di Concepcion, selatan Chile, setelah bom gas air mata mengenai mata mereka.

Ini adalah organisasi yang terlibat dalam pemogokan: Confederacion de Estudiantes de Chile, Central Unitaria de Trabajadores, Consejo de Rectores, Colegio de Profesores dan Asociacion Nacional de Empleados Fiscales.

Meskipun awalnya hanya mengangkat isu privatisasi, namun dorongan untuk memperluas sentimen anti-neoliberal juga terbuka lebar.

Pada tahun 2006, dengan isu yang serupa, gerakan mahasiswa Chile pernah memobilisasi 800 ribu mahasiswa dan pelajar dalam protes nasional. Sekitar 700 mahasiswa ditangkap dalam aksi protes saat itu.

Represi

Seorang pelajar Chile dilaporkan terluka parah setelah terkena bom gas air mata ketika menghadiri aksi memprotes privatisasi pendidikan.

Lima pelajar dilaporkan dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat konfrontasi langsung dengan Kepolisian di kampus Concepcion, sekitar 500 kilometer dari ibukota negeri itu.

Polisi juga dilaporkan menangkap sejumlah demonstran saat bentrokan terjadi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut