Freeport Tawarkan 10,64 Persen Saham

Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyerahkan penawaran saham sebesar 10,64 persen kepada pemerintah Indonesia.

“Kemarin sudah diserahkan suratnya kepada Kementerian ESDM, dan kami (Ditjen Minerba) sudah menerimanya,” kata Bambang, sebagaimana dilansir dari laman ESDM, Kamis (14/1/2016).

Menurutnya, langkah yang dilakukan PTFI sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dimana, Freeport wajib mengajukan sisa penawaran sahamnya kepada Ditjen Mineral dan Batu Bara sebesar 10,6 persen atau sekira USD1,7 miliar.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan dalam surat tersebut tercatat seluruh saham PTFI mencapai USD16,2 miliar dan besaran penawaran yang disampaikan juga sebesar 100 persen.

“Dalam surat itu sudah jelaskan. Tentunya di dalam penawaran tersebut juga disampaikan besarannya yang 100 persen adalah USD16,2 miliar,” jelasnya.

Sedangkan kelayakan harga saham PTFI untuk dilepas, pemerintah telah menyiapkan waktu selama 60 hari kedepan. Kata Bambang, hal tersebut sesuai dengan PP 77 tahun 2014.

“Tentu kita enggak mau berlama-lama juga untuk hal ini. Kita harus cepat juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara meminta pemerintah Indonesia untuk tidak proaktif menanggapi program divestasi Freeport.

Menurut dia, program divestasi itu satu paket dengan isu perpanjangan kontrak Freeport, Artinya, jika merespon divestasi ini, berarti pemerintah menyetujui perpanjangan kontrak Freeport.

Tedi CHO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut