FPKR Sulteng Tolak Kenaikan Harga BBM

Sedikitnya 600-an massa aksi yang tergabung dalam Front Penyelamat Kedaulatan Rakyat (FPKR) Sulawesi Tengah menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Senin (17/6). FPKR menggelar aksinya di kantor Gubernur dan DPRD Sulteng.

Saat berjalan kaki menuju sasaran aksi, aktivis FPKR melakukan aksi teatrikal. Digambarkan seorang yang dianggap “rezim SBY” ditarik oleh dua orang yang digambarkan sebagai “Rakyat”.

Tak hanya itu, begitu tiba di kantor DPRD Sulteng, aktivis FPKR juga menggelar teatrikal berupa upacara bendera. Uniknya, bendera yang dikibarkan bukan terbuat dari kain, melainkan jerigen putih bertuliskan “BBM”.

“Ini menggambarkan harga BBM dikerek naik oleh rezim SBY tanpa memperhatikan nasib rakyat. Harga BBM melambung tinggi. Harga barang dan kebutuhan pokok turut melambung tinggi,” kata Ristan Hutagalun, koordinator aksi FPKR Sulteng.

Dalam aksinya, FPKR menolak tegas rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Sebagai solusinya, FPKR menuntut agar pemerintah melaksanakan pasal 33 UUD 1945 dan menasionalisasi perusahaan migas asing.

FPKR merupakan gabungan dari sejumlah organisasi, seperti PRD, STN, LMND, FNPBI, WALHI, JATAM, HIMASOS, YTM ,Komunitas Ekopol, PBHR, SP, YTM, SHI, P3MM, LPPMD, BEM STAIN, BEM Widyaloka, BEM Fakultas Hukum Unismuh, dan BEM AKPER Kawatuna.

Syamsul Bahri

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut