Foto-Foto Bupati Bima Diinjak-injak Oleh Aktivis Graknas

Foto bergambar wajah Bupati Bima, Ferry Zulkarnain, menjadi sasaran kemaran aktivis Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional (Graknas) Sulsel.

Siang tadi, ketika menggelar aksi solidaritas untuk rakyat Bima, aktivis Graknas menginjak-injak foto Ferry Zulkarnain. “Ini adalah foto dari penguasa penindas rakyat. Penguasa yang sudah buta dan tuli terhadap tuntutan rakyatnya,” ujar seorang massa aksi.

Massa aksi yang berjumlah 50-an orang ini mendesak agar SK Bupati Bima nomor 188/2010 segera dicabut. Selain itu, aktivis Graknas juga mengecam pengiriman pasukan Brimob tambahan ke wilayah Bima.

Salah seorang mahasiswa asal Bima di Makassar, Nurjaya Iksanjuri, menyampaikan orasi-orasi politik. Menurut Nurjaya, kejadian pembakaran kantor Bupati Bima adalah puncak dari kekecewaan rakyat terhadap rejim Ferry Zulkarnain.

“Ferry Zulkarnaen adalah model rejim lokal pro neokolonialisme. Produk kebijakannya sangat menjembatani praktek neokolonialisme di daerah tersebut,” katanya.

Dengan begitu, kata Nurjaya, kita bisa memahami mengapa Bupati Bima sangat bersikeras tidak mau mencabut SK tersebut. Sebab, kata dia, Bupati asal partai Golkar itu sudah menerima persenan dari perusahaan asal Australia tersebut.

Seperti diketahui, mayoritas saham PT. SMN (sekitar 95%) dimiliki oleh investor asal Australia, Arc Exploration Limited. Dengan mengandalkan jalur kekuatan lobi dan uang, perusahaan Australia tersebut sanggup menyogok banyak pejabat di Indonesia.

Aksi Graknas Sulsel ini diikuti oleh sejumlah organisasi, yaitu: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Di akhir aksinya, aktivis Graknas membakar foto-foto Ferry Zulkarnain di tengah jalan.

QADLI F SULAIMAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • hardodi

    sebelumm aksi yang di gelas oleh graknas tadi siang,tgl 25 2 hari yang lalu, 3 orang aktivis mahasiswa dari LMND universitas 45 makassar melakukan aksi di depan kampus, namun sayangya aksi mereka di bubarkan oleh birokrasi kampus dgn alasan menggu mahasiswa yang sementara ujian smester.3 aktivis tersebut berasal dari bima, yakni ridho, nass,( fak.fkip) dan feri ( fak hukum),selai di bubarkan mereka juga harus menerima surat peringatan dari birokrasi kampus, namun hal itu tidak membuat mereka harus mundur, justru dengan adanya introfensi dari birokrasi kampus, semakin mendorong mereka untuk melakukan penggalangan masa den rencana kamis depan seusai fainal mereka akan turun ke jalan dalm rangka melakukan perlawan terhadap bupati bima sekaligus mengpanyekan,bhwa gerakan mahasiswa coba di bekukan oleh kampu.maka kami berharap agar dukungan dan partisipasi kawan2 untuk terus mengawal kasus bima sampai kelar.bila perlu sampai di cabut UU pertambangan, krn kami menilai UU inilah yang menjadi pintu masuknya insvetor asing.setelah di cabut, mka tentunya kita juga menuntut untuk di realisasikan pasal 33 UUD 1945.