FORSUB ‘Segel’ Kantor Pertamina Sultra

Seratusan massa aksi Front Rakyat Sultra Bersatu (Forsub), yang sedang menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, menyegel secara simbolis kantor Kantor Pertamina Unit Pemasaran VII Kendari, Sabtu (24/3/2012).

Upaya penyegelan ini sempat dihalangi-halangi oleh polisi. Akibatnya, aksi dorong-dorongan antar massa aksi dengan polisi pun terjadi. Tetapi massa aksi tetap memaksa untuk masuk ke kantor dan melakukan penyegelan secara simbolik.

Akhirnya, setelah melalui negosiasi singkat, pihak Pertamina pun mengijinkan seorang perwakilan Forsub melakukan penyegelan secara simbolis. Pagar kantor PLN pun dicoret dengan tulisan “Kantor Ini Disegel Oleh Rakyat!

Koordinator lapangan aksi, Sigit, mengatakan, kebijakan pemerintah yang akan menaikan BBM adalah sebuah kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan akan semakin memiskinkan rakyat.

“Ada banyak jalan mengatasi defisit APBN. Salah satunya adalah moratorium pembayaran cicilang utang luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Ketua PRD Sultra, Badaruddin, menggaris-bawahi agenda liberalisasi sektor migas di balik kenaikan harga BBM. “Ini adalah upaya menyerahkan sektor hilir migas kita kepada mekanisme pasar,” kata Badaruddin.

Agenda liberalisasi itu, menurut Badaruddin, sudah dituangkan dengan jelas dalam UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas. Katanya, semangat utama UU itu sangat terbuka kepada dominasi modal asing.

Aksi massa Forsub ini dimulai sejak pukul 10.00 WITA di kampus Universitas Haluoleo. Setelah itu, massa aksi melakukan konvoi sambil membagi-bagikan selebaran kepada massa rakyat. Forsub sendiri merupakan gabungan berbagai organisasi, seperti PRD, HMI, KAMMI, IMM, GMKI, HMI MPO, LMND, PMII, PMKRI, LBH, PRP, SRMI, KSN, BEM STIE 66, dan FMAPERTA.

ALYP MARASAI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut