Fidel Castro: Serangan Terhadap Iran Ancam Perdamaian Dunia

HAVANA: Pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro, memperingatkan bahwa serangan AS/Israel ke Iran merupakan ancaman serius bagi perdamaian dunia.

Dalam penampilan khusus di Televisi Senin malam (12/7), Fidel Castro mencatat bahwa serangan itu, yang mana AS dan Israel sudah menempatkan sebagian besar tentara di teluk Persia, akan ditujukan untuk menghancurkan Iran, dibasiskan pada teori yang keliru bahwa rakyat tidak akan melawan.

Memperkirakan bahwa Rakyat Iran akan benar-benar lari adalah betul-betul tak masuk akal, catat Pemimpin Kuba ini, setelah memperhitungkan sejarah perjuangan bangsa-bangsa dan kesiapan bertahan dalam tiga dekade terakhir.

Ia mengatakan, berhadapan agresi terbuka AS dan Israel, telah mengakuisisi seluruh senjata yang paling memungkinkan, pengawal revolusi yang berjumlah jutaan orang, tentara dan angkatan laut yang memiliki pasukan udara, laut, dan pasukan darat.

Mereka telah melatih setiap orang Iran berusia 12-60 tahun, dan di sana ada 20 juta muslim shiite, catat Fidel Castro, mengacu pada persiapan rakyat secara keseluruhan untuk menghadapi segala kemungkinan serangan.

Pemimpin revolusioner Kuba mengacu pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran, mengatakan bahwa itu sudah diveto oleh Rusia dan China, sebagai negara yang sangat memperhatikan perdamaian.

Fidel Castro menyatakan bahwa serangan terhadap iran akan segera membawa dampak di semenanjung Korea akibat ancaman serangan AS ke Korea Utara, setelah tudingan palsu atas tenggelamnya kapal Korea Selatan. Sebaliknya, AS malah harus bertanggung-jawab atas insiden itu, katanya.

Di bagian lain presentasinya, Pemimpin Kuba itu menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan begitu banyak sumber daya militer untuk berbagai persoalan di di seluruh dunia, dan pengeluaran perang melebihi 49% dari yang dihabiskan Washington.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut