Fidel Castro: Kemanusiaan Sedang Berhadapan Dengan Ancaman Perang

HAVANA: Pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, kembali memperingatkan terhadap bahaya perang nuklir di Iran atau Korea Utara, didorong oleh AS dan menimbulkan ancaman terhadap kemanusiaan.

Pada pertemuan dengan duta besar di Departemen Luar Negeri Kuba, Fidel Castro berkomentar bahwa Iran sedang berdiri dalam situasi tekanan yang merupakan salinan dari apa yang Mohamed Mossadegh pernah alami.

Dia menambahkan bahwa Perdana menteri Iran itu digulingkan dalam sebuah kudeta yang didorong oleh Washington dan sekutunya Barat, setelah Mossadegh mulai menasionalisasi sumber daya alam negerinya pada 1950-an.

Mantan Presiden Kuba ini, yang telah membuat lima penampilan publik dalam sembilan hari terakhir, mengulangi kritiknya terhadap kekuatan Barat dengan  hulu ledak nuklir berbahaya mereka sebagai senjata strategis dan non-strategis.

Dia mengutip angka-angka untuk senjata-senjata ini dimiliki oleh Amerika Serikat, Britania dan Perancis, ketiganya adalah barisan sekutu, dan yang dimiliki oleh Rusia dan Cina.

Washington berbicara tentang sebuah dunia yang bebas senjata nuklir, tetapi dengan perkembangan teknologi, telah menggantikannya dengan senjata konvensional yang kekuatan merusak tetap sama, katanya.

Sebagai contoh, Ia mencatat bahwa ada senjata dengan batang tungsten, bahan yang lebih kuat dari baja memiliki dampak yang lebih besar dari seratus kali senapan mesin kaliber 50.

Fidel Castro berbicara tentang lebih dari 20.000 senjata nuklir di bawah kontrol Washington, yang telah melancarkan perang di Afghanistan dan Irak sejak tahun 2001 dan 2003, masing-masing.

Sekarang terlalu konyol memikirkan “tas nuklir dengan tombol yang menyebabkan kepanikan sebagaimana dalam Perang Dingin, ia menambahkan.

“Semua jawaban terprogram. Ini h hitungan detik, “katanya, mencatat bahwa Israel adalah tenaga nuklir keenam dunia, meskipun berbagai berita mengecualikan fakta ini.

Dalam pandangannya, Amerika Latin tidak mewakili daerah strategis bagi Amerika Serikat saat ini dalam hal konflik militer.

Seiring dengan tragedi perang nuklir potensial, Fidel Castro juga berbicara tentang bahaya bagi kemanusiaan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan konsekuensi menghancurkan dari bencana tersebut.

Tingginya biaya produksi pangan dan konsep bangsa paling maju mengenai konsumsi dan limbah, yang merugikan sebagian besar dunia, adalah isu lain yang dibahas Fidel dengan para duta besar.

Isu utamanya adalah memiliki makanan untuk sembilan miliar penduduk dunia di tahun-tahun mendatang, katanya.

Dapatkah Kekaisaran [Imperialisme Amerika Serikat] menopang dirinya sendiri jika pasar menghilang, dan akankah dollar masih berguna jika pasar global telah berhenti?  Ini adalah pertannyaan yang ditinggalkan Fidel untuk para ahli dari pusat penelitian ekonomi dunia (World Economy Research Center).

Pemimpin revolusi Kuba ini memberikan kekuasaan eksekutif sebagai presiden dan panglima tertinggi angkatan bersenjata setelah jatuh sakit parah pada tahun 2006, tetapi tetap mempertahankan jabatan politik sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Kuba. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut