Festival Gunung Salak Kembali Digelar

JAKARTA: Festival gunung Salak 2010 akan dimulai hari ini, Sabtu (16/10), sekaligus menandai peringatan hari pangan sedunia pada tanggal 16 oktober dan hari penghapusan kemiskinan pada 17 oktober.

Ini kali kedua acara dua tahunan ini digelar, setelah sebelumnya dilakukan pertama kali di tahun 2008, dengan melibatkan Institut for Global Justice (IGJ), Perkumpulan Budaya Bumi Bagus, Front Kebudayaan Nasional (FKN) dan Perkumpulan Pemuda Gazella.

Dengan tema “Lestarikan Gunung, Sejahterakan Warga”, panitia berharap bisa mengangkat permasalahan dan potensi gunung Salak serta mengembalikan kearifan lokal masyarakat di sana.

Direncanakan, acara yang berlangsung dua hari ini, yaitu dari tanggal 16 oktober-17 oktober, akan disemarakkan oleh pertunjukan seni, arak-arakan gunung, sinden gunung, pencak silat, gamelan, kesenian tradisional, karnaval, teater, pemutaran film, dan masih banyak lagi.

Kembalikan Potensi Dan Peran Gunung Salak

Dalam siaran pers yang disebarkan kepada media, panitia membeberkan potensi dan sekaligus peranan Gunung Salak bagi rakyat di sekitarnya, seperti keanekaragaman flora dan fauna, pertanian, sumber air, dan lain sebagainya.

Namun, karena kerakusan modal dan pembiaran oleh pemerintah, banyak sekali potensi itu sekarang sudah dirusak oleh datangnya pemodal asing dan domestik untuk mengeruk keuntungan di wilayah ini.

Diperparah lagi dengan adanya pencurian kayu, penambang emas liar, aksi vandalisme para pengunjung, pembuangan sampah secara sembarangan, dan perburuan liar satwa yang dilindungi di Taman Nasional Gunung Salak dan Halimun.

Dalam banyak kasus, situasi ini membawa dampak buruk bagi ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar. Seperti pada setiap musim kemarau, masyarakat di kaki gunung salak ini kekurangan air bersih.

Selain itu, akibat penyempitan lahan pertanian di kaki gunung ini, pasokan pangan untuk wilayah Jabotabek semakin menipis.

“Dengan mengembalikan semangat gotong royong, maka potensi dan peranan gunung Salak bisa dikembalikan seperti sedia kala,” kata panitia. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut