FAM Unair: Kenang Bung Karno, Bangkitkan Semangat Anti-Penjajahan

Bertepatan dengan tanggal wafatnya Bung Karno, 21 Juni 1970, puluhan aktivis Forum Advokasi Mahasiswa Unair menggelar acara untuk mengenang tokoh proklamator dan bapak pembebasan nasional Indonesia itu.

Acara ini digelar di halaman Kampus B Unair, tadi malam (21/6). Lagu “Indonesia Raya” berkumandang saat pembukaan acara ini. Sehabis itu, satu per satu mahasiswa menyampaikan orasi politik dan membacakan puisi.

Suara Bung Karno sedang berpidato juga bergema di halaman kampus Unair dan sekitarnya. Mahasiswa memutar rekaman pidato Bung Karno, diantaranya, tentang pembebasan Irian Barat, pidato Ganyang Malaysia, pidato Jasmerah, dan pidato Nawaksara.

Acara lalu dilanjutkan dengan diskusi tentang perjuangan Bung Karno dan gagasan-gagasan politiknya. Lalu diskusi itu ditutup dengan pembacaan doa oleh seorang mahasiswa dari sastra Inggris, Dian Aprilia.

Menurut Angelo Robert, Jubir dari kegiatan ini,  tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak seluruh rakyat Indonesia bukan hanya sekedar memperingati momen ini saja, tetapi juga sepatutnya kita mengingat dan merefleksikan semangat anti kolonialisme Bung Karno dan melanjutkan perjuangannya.

“Kami ingin membangkitkan kembali Semangat Anti-Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru)” menuju bangsa Indonesia yang berdaulat secara Ekonomi, Politik dan Budaya,” ujar mahasiswa sastra Inggris ini.

Menurut Angelo, bangsa Indonesia sekarang ini sedang memasuki fase penjajahan baru atau biasa disebut neo-kolonialisme. Saat ini Neoliberalisme (Penjajahan Gaya Baru) telah menguasai berbagai aspek kehidupan bangsa. Sehingga jangan heran kalau pada masa pemerintahan Rezim Neoliberal SBY-Boediono ini, berbagai kekayaan alam dan aset strategis bangsa di kuasai oleh pemodal asing.

Oleh karena itu, FAM Unair dalam seruan politiknya menyerukan kepada mahasiswa dan rakyat pekerja Indonesia untuk bersatu-padu menghancurkan neoliberalisme.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Arif. Mahmudi, SH

    AMAT SANGAT BAGUS. SAYA DUKUNG 100%. NAMUN LEBIH BAGUS LAGI KITA MEMBENTUK FORUM MUDA-MUDI INDONESIA. SEBAGAI WUJUD SUMPAH PEMUDA-PEMUDI INDONESIA YANG SEKARANG, UNTUK MEREFLEKSI MENGIMPLEMENTASIKAN PERJUANGAN BUNG KARNO DARI KINI KE YANG AKAN DATANG. “SAATNYA YANG MUDA-MUDI BERKARYA BERSATUPADU MENYELAMATKAN RAKYATNYA YANG TERTINDAS YANG DILAKUKAN OLEH PARA PENINDAS DAN DARI KETERTINDASAN. SALAH SATU PENINDAS ADALAH SOEHARTO DAN ANTEK-ANTEKNYA SERTA SEKARANG INI YANG MENJAJAH RAKYATNYA SENDIRI…, APALAGI SEKARANG ADA DUA FAKTOR YANG MENGHANCURKAN RAKYAT INDONESIA MENJADI MENDERITA YAITU KORUPTOR DAN PEJABAT YANG MENYALAHGUNAKAN WEWENANG. SEMUA BERSIFAT INDIVIDUALISME BAIK LEGISLATIF EKSEKUTIF MAUPUN YUDIKATIF, RAKYAT SEKARANG JUGA BINGUNG MEMPERTAHANKAN HIDUPNYA,,,INI BETUL REALITAS. JANGAN TERTIPU SAMA MEDIA MASSA,,, ISINYA HANYA PENCITRAAN 2014 NANTI UNTUK DEMOKRAT DAN KETAKUTAN KPK DALAM MENGHADAPI ANJING -ANJING PEMERAS RAKYAT, MALING APBN DAN APBD SERTA PARA MAFIA YANG MELINDUNGI KORUPTOR,,,SEMOGA KIAMAT ATAU TSUNAMI CEPAT TERJADI DIINDONESIA BIAR PEJABATE PADA MATI DAN RUMAH KORUPTOR HANCUR. DAN LEBIH ANU LAGI KITA DOAKAN SEMOGA DIAKHIRAT NANTI PARA KORUPTOR INDONESIA DAN PEJABAT YANG GEDE NDASE SEGERA DISIKSA SELAMA-LAMANYA OLEH MALAIKAT PENJAGA NERAKA JAHANAM, AMIN. BUNUH KORUPTOR, BAKAR GANTUNG, KUBUR HIDUP2, BANTAI MAFIA YANG MELINDUNGI KORUPTOR. DI BOM AJA, DIGRANAT AJA MULUTNYA BIAR MELEDAK…..DOAKU YANG TERAKHIR “YA ALLOH CABUTLAH NYAWANYA SEKARANG JUGA PARA PEJABAT DIPUSAT YANG KORUPSI SAMPAIKE PROPINSI DAN DAERAH, CABUTLAH NYAWANYA SEKARANG JUGA PARA MAFIA YANG MELINDUNGI KORUPTOR SELARANG JUGA,,