FAM Unair Kecam Pembongkaran Karya Seni Pegelaran Kemerdekaan

Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Unair mengecam tindakan birokrasi kampus Unair yang membongkar paksa karya seni saat pegelaran menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-66. Kejadian itu terjadi sepanjang pintu masuk Kampus B Unair, tempat kegiatan itu dilaksanakan.

Pada saat kejadian, sejumlah aktivis FAM Unair dan sejumlah organisasi progressif di Surabaya sedang membuka posko “Ngontel Surabaya-Blitar dan Upacara kemerdekaan di makam Bung karno”.

Mahasiswa pun tidak memberikan perlawanan untuk menghindari benturan fisik. Beruntung, aksi pembongkaran itu tidak berlanjut pada pembongkaran kain merah putih sepanjang 45 meter yang berada di lokasi tersebut.

Menurut penjelasan FAM Unair dalam siaran persnya, pihak kampus melakukan pembongkaran itu karena menganggap gambar-gambar itu telah membuat tampilan kampus terlihat kumuh.

Padahal, 45 gambar yang digelar FAM Unair merupakan karya seni yang berusaha menggambarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Gambar yang kami pajang tersebut sangatlah sederhana hanya menceritakan sejarah bangsa mulai masa awal masuknya kolonialisme Belanda, masa pergerakan nasional, masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan gambaran sekilas kondisi hari ini yang menceritakan refleksi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Terhadap kejadian itu, FAM Unair bersama dengan SBK-KP KSN, FAM Unair, SKMR, SMI Surabaya, IKOHI Jatim mengeluarkan kecaman keras tindakan tidak beradab dan anti-demokrasi dari pejabat Unair tersebut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut