FAM Unair Gelar Malam Keprihatinan Untuk Ruyati

Puluhan aktivis Forum Advokasi Mahasiswa Unair menggelar malam keprihatinan dan doa bersama untuk Ruyati di depan gedung Grahadi, Surabaya, tadi malam (21/6).  Mahasiswa menggotong replika jenazah berbalut kain putih dan sebuah foto bergambar Ruyati.

Menurut  Yogie Gavrilla, humas aksi dari FAM Unair, kasus Ruyati menggambarkan terjadinya politik pembiaran terhadap buruh migran. Padahal, Migrant CARE telah menyampaikan perkembangan kasus Ruyati ini ke Pemerintah Indonesia sejak bulan Maret lalu.

Politik pembiaran ini, kata Yogie, sebelumnya juga terjadi terhadap kasus penyiksaan Sumiati, terlantarnya 200 keluarga TKI di arab Saudi, kasus Darsem yang sedang diancam hukuman mati, dan eksekusi mati terhadap Yanti Iriyanti (TKI asal Cianjur yang tidak pernah diketahui kabarnya).

Dengan kejadian itu, mahasiswa menganggap SBY tahu memanfaatkan dan mengeksploitasi para buruh migran. “Mereka hanya di ambil Devisanya, tapi nasibnya tidak serius di perhatikan oleh pemerintah,” katanya.

Dalam aksinya itu, FAM Unair mengecam sikap diam pemerintah dan ketidakmampuannya dalam menjalankan diplomasi dengan pemerintahan Arab Saudi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut