FAM Unair Anggap RUU Perguruan Tinggi Berbau Neoliberal

Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Unair menganggap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perguruan Tinggi sebagai produk neoliberal, sekaligus sebagai bentuk pelegalan terhadap komersialisasi pendidikan.

Mochamad Risallah, Koordinator Divisi Pendidikan dan Propaganda FAM Unair, mengutip salah satu kalimat dalam pertimbangan RUU PT, yang berbunyi : « mengamanatkan pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional..”

Menurut Risallah, makna kalimat itu seakan hanya menempatkan pemerintah untuk ‘mengupayakan’ terselenggaranya pendidikan nasional. “Mestinya pemerintah sebagai penyelenggara negara wajib dan memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan nasional,” katanya.

Dengan tidak adanya penegasan ‘wajib’ menjalankan pendidikan nasional, menurut Risallah, pemerintah nantinya terkesan bisa lepas tangan. “Kalau pemerintah lepas tangan dalam urusan pendidikan, maka itulah yang menjadi konsep dari neoliberalisme,” tegasnya.

Pengaruh neoliberal juga nampak dalam RUU itu pada Bab V tentang Perguruan Tinggi Asing dan Kerjasama Internasional. Menurut Risallah, ketentuan itu membuka peluang terjadinya penjajahan dalam dunia pendidikan.

Pada pasal 73 ayat 1 di sebutkan bahwa perguruan tinggi asing dapat membuka program studi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan Pasal 74 ayat 2 menyebutkan : (1) perguruan tinggi dapat melaksanakan kerjasama Internasional. (2) kerjasama internasional sebagaimana di maksud pada ayat (1) mencakup kegiatan antara lain : a. pertukaran dosen dan mahasiswa b. pengembangan kurikulum c. pelaksanaan kerjasama program studi d. pengembangan organisasi dan/atau e. penelitian

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut