Evo Morales Bicara Kiamat Versi Kalender Suku Maya

Sebagian orang di dunia percaya, hari kiamat akan datang pada tanggal 21 Desember 2012. Kepercayaan ini merujuk pada kalender Suku Maya, yang menyebut apocalypse (kiamat) akan terjadi pada 21 Desember 2012. Pro dan kontra pun terjadi.

Presiden Bolivia, Evo Morales, pun angkat bicara. Dia bilang, kiamat versi suku Maya itu bukan berarti “akhir dari dunia”. Sebaliknya, dunia akan memasuki kehidupan baru yang penuh dengan kebahagiaan dan tidak mementingkan diri sendiri.

Kata Evo, kalender suku Maya tentang kiamat tanggal 21 Desember 2012 berbicara tentang akhir non-waktu dan awal waktu. “Ini adalah akhir dari Macha dan permulaan dari Pacha. Inilah akhir dari keegoisan dan awal dari persaudaraan. Dan ini adalah akhir dari individualisme dan awal dari kolektivisme,” kata Evo Morales.

Evo menegaskan, dunia yang berakhir adalah kapitalisme yang serakah. Kapitalisme sudah terbukti hanya membawa malapetaka bagi kehidupan manusia: kemiskinan, kelaparan, kesenjangan, perang, dan lain sebagainya. “Inilah akhir dari antroposentris dan awal dari bio-sentris,” tegasnya.

Bagi Evo Morales, rumor tentang “kiamat” pada tanggal 21 Desember 2012, yang mengacu pada kalender Suku Maya, justru berasal dari orang-orang dan para ilmuwan barat yang hanya sedikit sekali mengetahui peradaban Suku Maya.

David Stuart, seorang ahli soal catatan Suku Maya dan Meso Amerika terkenal di University of Texas, dalam bukunya “The Order Of Days: The Maya World and the Truth About 2012,” mengatakan bahwa tidak ada catatan suku Maya, baik dari jaman kuno, kolonial maupun modern, yang pernah meramalkan soal akhir zaman atau akhir dunia.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut