EUGÈNE POTTIER

(Untuk memperingati 25 tahun meninggalnya*)**

Pada bulan November tahun yang lalu, 1921, telah lewat 25 tahun sejak hari meninggalnya penyair buruh Perancis, Eugène Pottier, pencipta lagu proletar yang terkenal “Internasionale” (“Bangunlah kaum yang terhina”, dst).

Lagu ini telah diterjemahkan kedalam semua bahasa Eropa dan tidak hanya bahasa-bahasa Eropa. Ke negeri manapun seorang buruh yang sedar datang terdampar, karena apapun nasib melemparkannya, betapapun ia merasa dirinya asing, tanpa mengenal bahasa, tanpa orang-orang yang dikenalnya, jauh dari tanah-air, ia telah menemukan kawan-kawan dan sahabat-sahabat melalui nyanyian “Internasionale” yang dikenal.

Kaum buruh semua negeri bersama-sama ikut menyanyikan lagu perjuangannya yang termaju, seorang proletar penyair dan menjadikan lagu itu sebagai lagu proletariat sedunia.

Dan sekarang kaum buruh semua negeri memperingati Eugène Pottier. Isteri dan anak perempuannya masih hidup dalam kemiskinan,  sebagaimana pencipta lagu “Internasionale” hidup sepanjang umurnya. Eugène Pottier lahir di Paris pada 4 Oktober 1816. Ketika ia menggubah lagunya yang pertama ia baru berumur 14 tahun, dan lagu itu diberi nama “Hidup Kebebasan!”. Pada tahun 1848 ia ikut serta sebagai pejuang barikade dalam pertempuran besar kaum buruh melawan burjuasi.

Pottier dilahirkan dalam keluarga miskin dan selama hidup tetap sebagai orang miskin, seorang proletar, yang mendapatkan roti dengan mengepak peti-peti, kemudian dengan menggambar pola kain cita.

Semenjak tahun 1840 dengan lagu-lagu tempurnya ia menyatukan diri pada semua peristiwa besar dalam kehidupan Perancis untuk membangkitkan kesedaran kaum yang terbelakang, menyerukan kepada kaum buruh untuk bersatu, memukul burjuasi dan pemerintah burjuis Perancis.

Pada masa Komune Paris yang besar (tahun 1871), Pottier telah dipilih sebagai anggotanya. Dari 3600 suara, 3352 memilihnya. Ia ikut serta dalam semua kegiatan Komune, pemerintah proletar yang pertama itu.

Jatuhnya Komune memaksa Pottier melarikan diri ke Inggris dan Amerika. Lagu “Internasionale” yang terkenal ia ciptakan pada bulan Juni 1871, boleh dikata, pada esok hari sesudah kekalahan bulan Mei yang berdarah . . . . .

Komune ditindas . . . . . , akan tetapi “Internasionale” Pottier menyebarkan ide-ide “Komune” ke semua penjuru dunia, dan sekarang lagu ini mempunyai daya hidup lebih daripada di waktu kapanpun.

Pada tahun 1876, di tempat pelarian, Pottier menulis sajak panjang: “Kaum buruh Amerika kepada kaum buruh Perancis”. Didalamnya ia melukiskan penghidupan buruh dibawah penindasan kapitalisme, kemelaratan mereka, kerja mereka yang berat tak tertahankan, penghisapan terhadap mereka, keyakinan mereka yang teguh akan kemenangan di haridepan dari perjuangannya.

Sembilan tahun kemudian setelah Komune, barulah Pottier kembali ke Perancis dan segera masuk “Partai Buruh”. Tahun 1884 diterbitkan jilid pertama dari sajaksajaknya.Tahun 1887 diterbitkan jilid keduanya dengan judul “Lagu-lagu Revolusioner”.

Sejumlah lagu-lagu lain penyair buruh ini diterbitkan sesudah meninggalnya.

Pada 8 November 1887 kaum buruh Perancis mengantarkan abu jenazah Eugène Pottier ke kuburan Père Lachaise, dimana dikuburkan kaum komunar yang telah gugur ditembak. Polisi melakukan penindasan berdarah dan merampas bendera merah. Orang dalam jumlah yang sangat besar ikut serta dalam pemakaman tanpa upacara keagamaan. Dari segenap penjuru terdengar pekik: “Hidup Pottier!”.

Pottier meninggal dalam keadaan miskin. Tetapi ia meninggalkan warisan suatu monumen yang sungguh-sungguh tak terciptakan oleh tangan manusia. Ia adalah seorang propagandis yang paling besar yang menggunakan lagu sebagai alat. Ketika ia menggubah lagunya yang pertama, jumlah kaum sosialis di kalangan buruh paling banyak puluhan orang. Sekarang lagu yang bersejarah dari Eugène Pottier dikenal oleh puluhan juta kaum proletar . . . . .

* Artikel yang ditulis oleh Lenin untuk memperingati Eugene Pottier, yang ditulis tahun 1912.

** Artikel ini diterjemahkan dari V.I. Lenin Kumpulan Karya, edisi bahasa Rusia, jilid 36, cetakan ke4, Balai Penerbitan Negara Literatur Politik, Moskow, 1957.

“Pravda” No.2, 3 Januari 1913,  Tandatangan: N.L.

Dicetak menurut teks dari Suratkabar “Pravda”

Lampiran:

L ‘ I N T E R N A T I O N A L E *

C’est la lutte finale
Groupons-nous et demain
L’Internationale
Sera le genre humain.

Debout! l’âme du prolétaire!
Travailleurs, groupons-nous enfin.
Debout! les damnés de la terre!
Debout! les forcats de la faim!
Pour vaincre la misère et lantre
Foule esclave, debout! Debout!
C’est nous le droit, c’est nous nombre.
Nous qui n’étions rien, soyons tout.

C’est la lutte finale
Groupons-nous et demain
L’Internationale
Sera le genre humain.

Il n’est pas de sauveurs suprêmes:
Ni dieu, ni césar, ni tribun.
Travailleurs sauvons-nous nous-mêmes,
Travailleurs au salut commun.
Pour que les voleurs rendent gorge,
Pour tirer l’esprit du cachot,
Allumons notre grande forge!
Battons le fer quand il est chaud!

E. Pottier

*Sajak “Internasionale” dalam bahasa Perancis ini adalah salinan tulisantangan Eugène Pottier yang dimuat dalam buku “Pyerwi Internasional”, (“Internasionale Pertama”), Bagian 2, 18701876, Balai Penerbitan “Misl”, Moskow, 1965. Terjemahannya kedalam bahasa Indonesia lihat halaman berikut:

I N T E R N A S I O N A L E

Ini adalah perjuangan yang penghabisan,
Marilah kita berkumpul dan besok
Internasionale
Itulah umat manusia.
Bangunlah semangat proletar!
Kaum pekerja, berkumpulah kita pada akhirnya.
Bangunlah! Kaum yang terkutuk di bumi!
Bangunlah! Kaum pekerja-paksa dari kelaparan!
Untuk mengalahkan kemiskinan dan kegelapan,
Kaum budak, bangunlah! bangunlah!
Kebenaran di fihak kita, jumlah di fihak kita.
Kita yang dulu bukan apa-apa,akan menjadi segala.

Ini adalah perjuangan yang penghabisan,
Marilah kita berkumpul dan besok
Internasionale
Itulah umatmanusia.

Tidak ada juruselamat-juruselamat agung:
Bukan tuhan, bukan kaisar, bukan tribun*
Kaum pekerja, marilah kita sendiri menyelamatkan diri kita,
Kaum pekerja, ke kesejahteraan umum.
Supaya pencuri-pencuri mengembalikan barang curian,
Untuk membebaskan jiwa dari penjara,
Nyalakan perapian besar kita,
Tempalah besi selagi ia membara.

E. Pottier

* Tribun: lengkapnya tribunus plebis dalam bahasa Latin; gelar beberapa pejabat Romawi kuno (500300 tahun sebelum Masehi) yang dipilih dari kalangan kaum plebeyus (rakyat jelata) dan bertugas melindungi kepentingankepentingan dan hak-hak kaum plebeyus terhadap kesewenang-wenangan kaum patrisius (bangsawan).

INTERNASIONALE
Saduran Kolektif “Enam Maret” *

Bangunlah kaum yang terhina !
Bangunlah kaum yang lapar !
Mengg’lora dendam dalam dada;
kita berjuang ‘tuk kebenaran.
Hancurkan seluruh dunia lama;
kaum budak, bangun, bangun !
Kita yang kini hinapapa
akan menguasai dunia.

Perjuangan penghabisan, |
bersatu berlawan; | 2 x
Internasionale pastilah di dunia ! |

Tiada mahajuru s’lamat,
Tidak tuhan atau raja.
Kebah’giaan umatmanusia
harus kita sendiri cipta.
Lenyapkan jiwa pembudakan;
rebut kembali hasil kerja.
Kobarkan api, seg’ra tempa
selagi baja membara !

Perjuangan . . . . .

Kitalah kaum buruh dan tani,
Tentarakerja perkasa.

Bumi hanya milik pekerja,
benalu tidak berhak serta.
Cukup sudah darah k’ringat terhisap;
saat pasti akan tiba,
setan siluman musnah lenyap
dan surya cerlang s’nantiasa !

Perjuangan . . . . .

Desember 1971

* Teks ini disusun kembali dengan ejakan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Lagunya lihat halaman berikut.

S A I R I N T E R N A S I O N A L E *

Proeve van vertaling naar Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara)

Bangoenlah, bangsa jang terhina !
Bangoenlah, kamoe jang lapar !
Kehendak jang moelia dalam doenia !
Senantiasa tambah besar.
Lenjapkanlah adat fikiran toea !
Hambaraiat,
sadar, sadar !
Doenia telah berganti roepa,
Nafsoelah soedah tersebar !

Bagi prang penghabisan )
koempoellah berlawan. ! ) 2 X
Serikat Internasionale akan kemanoesiaan.! )

Negeri tindas, hak-hak berdjoesta,
jang kaja teroes hidoep senang;
Orang miskin terisap darahnja;
Taoekah berhakorang.
Djangan soeka lagi terperintah !
Ingat akan persamaan !
Wadjib dan hak tiada berpisah.
Hak wadjib haroes sepadan.

Bagi prang . . . . .

Penindas berfikiran sjaitan;
Selaloe meratjoenkan kita.
Djangan bantoe lajoenja kawan-kawan!
Hai, bersatoelah sesama !
Moesoeh kita mendidik pahlawan,
Dalam golongan kita.
Kepada jang berani melawan,
Kita djatohkan sendjata !

Bagi prang . . . . .

*Teks bahasa Indonesia lagu “Internasionale” ini disalin dari brosur bergambar: “40 Tahun PKI 19201960”, Lembaga Sedjarah PKI dari Departemen Agitasi dan Propaganda CC PKI, Djakarta 1960.

I N T E R N A S I O N A L E *

Bangunlah kaum jang terhina,
Bangunlah kaum jang lapar !
Dendam darah menjalanjala,
Kita berdjuang ‘tuk keadilan.
Hantjurkanlah dunia lama
sampai kedasardasarnya!
Dunia baru kita tjiptakan,
milik s’luruh kaum pekerdja !

Perdjuangan penghabisan, )
Bersatulah berlawan ! ) 2 X
Internasionale pastilah didunia ! )

Tiada “pengasih” dan “penjajang”,
Tiada dewa atau radja;
Kebah’giaan umatmanusia
Mesti kita sendiri tjipta.
Musnahkan b’lenggu penindasan,
Rebut hasil djerih kerdja !
Kobarkan api, seg’ra tempa
selagi badja membara !

Perdjuangan . . . . .

Kitalah kaum pekerdja s’dunia,
Tent’ra kerdja nan perkasa.
Semuanja mesti milik kita,
Tak biarkan satupun penghisap !
Kala petir dahsjat menjambar
diatas si angkara murka,
Tibalah saat bagi kita
surja bersinar tjemerlang !

Perdjuangan . . . . .

*Teks bahasa Indonesia lagu “Internasionale” ini adalah konsep saduran yang dikerjakan oleh Kawan A. Yuwinu berdasarkan teks bahasa Tionghoa dan Rusia. Diumumkan untuk pertama kali pada 31 Mei 1970.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut