Empat Abad Tertidur, Gunung Sinabung Akhirnya Meletus

Setelah sekitar 400 tahun Tertidur, gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, akhirnya meletus, dan melontarkan asap dan abu sejauh 1,5 kilometer.

Letusan ini menewaskan dua orang warga dan puluhan ribu lainnya sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan menjamin bahwa letusan ini tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan udara secara umum, kecuali jalur Polonia-Silangit yang terhalang oleh asap tebal.

Palang Merah Indonesia (PMI) memperkirakan bahwa jumlah pengungsi bisa mencapai 12.000 orang. Warga mengungsi dengan menumpangi kendaraan sendiri, truk-truk polisi, ambulans, dan truk dari satuan Pol pamong praja.

Seorang warga, Herman (28), menjelaskan bagaimana kepanikan warga saat mendengar suara gemuruh, sementara hawa panas sangat terasa di sekitar lokasi yang berjarak sedikitnya 5 kilometer.

“Kabut asap mulai berkurang, tapi kadar bau belerang makin meningkat,” katanya kepada Berdikari Online.

Pemerintah Sudah Siaga dan Antisipatif

Sementara itu, melalui account Twitter-nya, Staff Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, menjelaskan, “Presiden SBY mengikuti terus perkembangan dan sudah dilaporkan soal terjadinya letusan ini.”

Andi arief menambahkan, bahwa Pemda setempat sedang mengevakuasi masyarakat sejauh radius 6 KM dari titik kaki gunung Sinabung, yaitu kecamatan Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe.

“Hasil koordinasi dengan BNPB dan vulkanologi, komando ada di tangan Bupati tanah karo,” demikian dikatakan Andi Arief di account twitter-nya.

Selain itu, Andi Arief juga membantah laporan salah satu media nasional, bahwa persediaan sembako bagi pengungsi hanya cukup untuk dua hari. Menurutnya, laporan tersebut sangat provokatif dan mengandung kebohongan.

Terakhir, sekitar 8 menit sebelum berita ini dibuat, Andi Arief menjelaskan soal perkembangan terakhir, bahwa sementara masa tanggap darurat dan pasca sinabung sudah ditangan BNPB dan pemda lokal, dan warga sumatera tetap mewaspadai potensi gempa tektonik.

Prediksi Meleset

Meskipun letusan gunung Sinambung dan langkah antisipasinya masih bisa terkendali di tangan pemerintah dan pihak terkait, namun pemerintah tidak menutupi adanya kesalahan dalam memprediksi letusan gunung api Sinabung.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh Andi Arief di account Twitternya.  “Kepala PVMBG Surono mengakui bersalah atas kesalahan prediksi dan analisa Gunung Api Sinabung meleset,” tulis Andi Arief.

“Gunung Sinabung diklasifikasikan sebagai gunung berapi aktif dalam kategori B, yang berarti tidak perlu dipantau secara intensif, ia berbeda dari gunung berapi lain dalam kategori A, yang harus dipantau sering, kata Surono, seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua.

Selain itu, Surono mengatakan, “setelah letusan itu kami mengubah kategori gunung Sinambung dari B ke A.”

Kepulauan Indoensia terletak di jalur  “ring of fire”, yang menyebabkan Indonesia tercatat sebagai Negara pemilik gunung berapi terbanyak di dunia. Di Indonesia tercatat memiliki 130  gunung berapi aktif yang merupakan  10% dari jumlah keseluruhan dunia. Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut