DPR dan Rakyat

Rabu, 1 September 2010 | 5:04 WIB 3 Komentar | 54 Views

Meski sedang tidak populer dan terus-menerus mendapat hujan kritik dari rakyat, DPR tetap keras kepala akan mendirikan sebuah gedung baru, yang konon kabarnya dibiayai dengan uang Negara sebesar Rp1,8 triliun. Lebih tidak tahu malu lagi, DPR yang “doyan” hura-hura ini berencana menyediakan kolam renang, tempat spa, dan tempat pijat di gedung baru itu. Ya, DPR benar-benar bukan hanya tidak tahu diri, tapi sudah putus “urat” malunya.

DPR termasuk lembaga paling boros menghabiskan anggaran Negara. Untuk membiayai aktivitas seluruh anggota DPR ini, Negara harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp2,7 triliun. Sementara untuk menangani kesehatan rakyat miskin (jamkesmas), yang jumlahnya 76,4 juta orang, Negara hanya menganggarkan Rp 4,6 triliun.

Meskipun menjadi lembaga paling “pemboros”, tetapi kinerjanya justru merupakan yang paling minim. DPR selalu menjadi bulan-bulanan dari pengumuman lembaga paling buruk di Indonesia. Lebih dari itu, sebagian besar koruptor yang menghuni sel-sel penjara sekarang adalah mantan politisi DPR. Di sini, DPR seharusnya memikirkan langkah-langkah untuk menyelamatkan ‘muka’ mereka di hadapan rakyat, bukan terus-menerus mempersolek diri dengan menghambur-hamburkan uang Negara.

Dengan memposisikan diri sebagai wakil rakyat, para anggota DPR seharusnya memiliki ruang kerja yang dekat dengan rakyat, dan bisa bersentuhan langsung dengan keadaan atau persoalan yang sedang dihadapi rakyat. Pekerjaan anggota DPR seharusnya lebih banyak bersentuhan dengan konstituen, menyerap aspirasi rakyat, dan memperjuangkannya. Untuk melakukan pekerjaan itu, setiap anggota DPR seharusnya lebih banyak berada di luar kantor ketimbang di dalam kantornya.

Sementara itu, di luar gedung DPR yang dikelilingi pagar yang tinggi-tinggi, gambaran mengenai kehidupan rakyat semakin menyedihkan. Sebagian besar rakyat bergulat melawan kemiskinan yang terus meminta korban. Anak didik telah kehilangan masa depannya karena biaya pendidikan yang terlampau mahal. Dan masih banyak contoh lainnya.

Sementara anggaran DPR terus-menerus melangit, anggaran yang diperuntukkan untuk rakyat miskin semakin terjun bebas. Ini bisa dilihat pada perbandingan antara APBN 2010 dan APBN 2011. Situasi ini menciptakan jurang pemisah yang sangat lebar antara kehidupan angota DPR dengan kehidupan rakyat banyak.

Dengan membangun proyek mewah di tengah lautan kemiskinan, DPR telah melukai rasa keadilan seluruh rakyat; karenanya, melecehkan suara para pemilih. Kejadian ini tidak ada ubahnya dengan perilaku pejabat kolonial, yang menikmati “kemewahan” di tengah eksploitasi dan penderitaan rakyat jajahan.

Apa yang paling mendesak dilakukan DPR sekaran ini, adalah bagaimana memperbaiki kinerja dan memperkokoh pengabdian kepada rakyat. Untuk bekerja di tengah rakyat, setiap anggota DPR hanya dituntut memiliki etos kerja, dedikasi, patriotisme, dan kecintaan kepada rakyat. Adapun keberadaan gedung, kantor, rumah dinas, mobil dinas, tunjangan, dan fasilitas lainnya hanyalah penunjang kinerja seorang anggota parlemen.  Seluas apapun ruangannya, setinggi apapun gedungnya, jikalau anggota DPR memang tidak punya dedikasi dan keberpihakan kepada rakyat, maka tidak akan ada gunanya.

Menutup editorial ini, kami sangat tergugah untuk menuliskan nyanyian aktivis gerakan mahasiswa saat menggelar aksi demonstrasi:

DPR..DPR dimana otakmu?
Engkau tidak tahu derita rakyatmu
BBM naik, Semua naik
DPR..DPR..antek imperialis

Tags: ,

  • http://cramotak.blogspot.com Pagar Merah

    Jika Benar Gedung baru DPR nati dilengkapi dengan Pasilitas Kolem renang, Spa dll akan semakin membuat para wakil rakyat ini menjadi semakin lupa dengan keadaan rakyat yang memilihnya sebagian besar hidup dibawah kemiskininan….

    saat Kampanye mereka akan memperjuangkan Rakyat, setelah terpilih mereka akan menjajah dan membunuh rakyatnya yang telah memilihnya….

    kapan yach.. mereka Sadar kalo apa yang dilakukanya itu tidak ada bedanya dengan Kolonial….

    L A W A N ! ! ! ! ! ! ! !

  • willy

    pembangunan gedung DPR yang mengunakan dana APBN itu sangat menyakitkan rakyat, apakah

    sebenarnya tugas DPR? bukankah tujuan untuk menyeteraan rakyat ,wakil dari rakyat untuk

    membantu rakyat ,mengatasi masalah rakyat,memperhatikan rakyat yang tertindas kemiskinan,

    tapi kenapa sebaliknya DPR menyia-nyiakan uang Rp.1,6T untuk gedung mewah yang seharusnya yg

    masih bisah ditundah, kenapa dari wakil-wakil rakyat mengutamakan kantor sendiri di mewahkan

    dan lengkap dengan segala fasilitas,apakah anda wakil rakyat pernah turun ke masyarakat

    untuk melihat masyarakat dan kehidupan masyarakat kita sekarang? apakah tahu bagaimana

    keadaan masyarakat miskin kita sebagaimana kehidupannya? sangat menyedihkan …wakil yang

    terhormat 65 tahun indonesia merdeka tapi sampai detik ini masih ada rakyat yang kelaparan

    di bawah garis kemiskinan ,tidur di jalanan anak jalanan ,anak bekerja di bawah umur anak-

    anak tidak mampu sekolah,kenapa para wakil yang terhormat tidak memikirkan mereka ,membangun

    dan membiayai mereka dan menambah gubuk untuk menampung mereka ,memberikan biaya pendidikan

    khusus kepada mereka,karna mereka mungkin juga penerus negeri ini yang kini sudah cukup

    berantakan,
    Wakilku yang terhormat kami rakyat yang di bawah sudah sangat memderita dan negeri kita

    sudah jauh tertinggal dari negara tetangga kita dari sisi ,kesejateraan ,lingkugan

    hidup,pendidikan DLL…
    dan sarana lalu lintas terutama jalan yang masih banyak yang berantakan,belobang kenapa para

    wakil rakyat yang terhormat tidak memikirkan membangun jalan yang sesuai standar demi

    seluruh rakyat indonesia berbangga di mata dunia ,membagun gedung untuk DPR dengan fasilitas

    lengkap dan canggih dan mewah apakah rakyat akan bangga? dari 237 juta jiwa tidak ada satu

    pun yang bangga kecuali yang memduduki gedung yang disebutkan gerbang rakyat itu sesunggunya

    adalah nisan rakyat.
    sekiranya para angota DPR yang menganggap gedung lama sudah tidak layak atau takut mundur

    saja dari DPR ganti generasi mudah yang berani menantang bahaya demi rakyat yang mau

    berkorban demi rakyat ,berikan kesempatan bagi generasi yang lebih cerdas untuk membangun

    negri ini,yang bisa menyeruakan dan melakukan yang pelayanan yang lebih baik kepada

    rakyat,yang dapat menjalankan demokrasi REPUBRIK INDONESIA sesungguhnya,
    negara kita adalah negara demokrasi kenapa dari DPR mengatakan pembangunan gedung tersebut

    tidak dapat di hentikan, mohon para wakil rakyat dengarkan suara rakyat kalau menganggap

    negara kita adalah negara demokrasi, yang rakyat butuhkan adalah wakilnya yang memikirkan

    mereka bukan wakilnya yang menuntut kemewahan untuk pribadinya.

  • lia na go

    dimana otak DPR rakyat lagi kesusahan malah oncang 2 kaki untuk nyewa jablay . meningan juga buat korban yang ada sekarang ini aj a………….

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :