Nouriel Roubini Prediksi Ekonomi Eropa Akan Runtuh

Sabtu, 5 November 2011 | 3:48 WIB 0 Komentar | 329 Views

Ekonom Amerika Serikat, Nouriel Roubini, kembali mengeluarkan prediksinya yang menggemparkan: ekonomi eropa beresiko mengalami resiko keruntuhan.

Bahkan, kata Roubini, jika zona eropa mengalami keruntuhan, maka ekonomi dunia pun akan ikut terseret dalam kekacauan. “Jika hal itu terjadi di Eropa, maka seluruh dunia akan berjalan dalam kekacauan,” ujarnya kepada sejumlah tamu undangan di apartemennya.

Tetapi Roubini tidak menjelaskan secara detail faktor-faktor yang akan membawa ekonomi eropa dalam kondisi tersebut.

Roubini, yang empat tahun lalu membuat prediksi yang tepat mengenai krisis kredit perumahan dan resesi ekonomi di Amerika Serikat,  juga memperkirakan bahaya kolaps yang membayangi zona eropa bisa terjadi sekali dua kali.

“Sayangnya, dalam pandangan saya ada resiko, setidaknya probabilitas 50%, bahwa di Amerika Serikat, zona Eropa, dan ekonomi negara paling maju, dalam dua belas bulan kedepan akan mengalami resesi, sebuah penurunan, dan bukan reakselerasi pertumbuhan,” kata Roubini kepada Bloomberg pada 24 Oktober lalu.

Professor Nouriel Roubini digelari “Dr. Doom” karena ramalan-ramalannya yang bombastis. Pada pertengahan Agustus lalu, Roubini juga membuat pernyataan menggemparkan dunia akademis di Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa teori Karl Marx sangat benar ketika mengatakan bahwa “kapitalisme akan menghancurkan dirinya sendiri”.

Akhir Oktober lalu, Roubini juga berkunjung ke Indonsia. Ia diundang sebagai pembicara dalam diskusi bertajuk “Global Economic Challenges and Its Impact on Indonesia”. Ia datang atas undangan BKPM dan ISEI.

Dalam diskusi itu, Roubini menjelaskan bahwa dampak krisis ekonomi global relatif belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap perekonomian Indonesia. Pasalnya, kata Roubini, kekuatan ekonomi Indonesia mendapat dukungan besar dari kekuatan pasar domestik.

“Indonesia dan India merupakan dua negara yang cukup eksis karena sebesar 60-70% perekonomiannya ditopang konsumsi masyarakat. Ini bisa menjadi ukuran ketahanan ekonomi suatu negara,” tegas Roubini.

Bahkan, menurut New York University itu, China lebih rentang terkena dampak krisis global ketimbang Indonesia dan India. Pada saat krisis global berkecamuk, negeri tirai bamboo itu hanya ditopang konsumsi domestik sebesar hanya 30% dari GDP.

“Kalau perekonomian Amerika dan Eropa melemah, maka penjualan produk-produk China pun akan ikut lesu,” katanya.

Selain itu, kata Roubini, utang publik China saat ini sudah mencapai 80% dari GDP. Sementara data resmi pemerintah Tiongkok mengklaim utang publik hanya 18%. Jika benar prediksi Roubini, maka ekonomi China bisa mengalami nasib yang sama seperti seterunya, Amerika Serikat.

Tags: ,

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :