Pemilu Australia: Pergeseran ke Kiri

Jumat, 27 Agustus 2010 | 14:22 WIB 0 Komentar | 204 Views

Hasil pemilu Australia yang tidak memberikan suara mayoritas kepada kekuatan politik terbesar, telah memungkinkan artikulasi Kiri yang lebih besar.

“Pemerintahan minoritas oleh partai mana pun, Buruh maupun Liberal, akan semakin susah menerapkan kebijakan neo-liberal.” jelas pimpinan partai Aliansi Sosialis, Peter Boyle, kepada Berdikari Online hari ini (27/8).

Partai Buruh dan Koalisi oposisi kanan masing-masing dapat dipastikan memenangkan 72 dan 73 kursi dari total 150 kursi di Parlemen.

Partai Hijau yang mengalami peningkatan suara yang bersejarah berhasil memenangkan 1 kursi, sementara kandidat independen memenangkan empat kursi.

Untuk mencapai mayoritas dan membentuk pemerintahan diperlukan minimal 76 kursi sehingga mereka harus merangkul Partai Hijau dan kaum independen.

“Parlemen gantung [hung parliament] dengan Partai Hijau yang memegang perimbangan kekuatan di Senat hanyalah sebagian gambaran tentang membesarnya ketidakpuasan terhadap sistem dua-partai.” jelas Fred Fuentes dalam artikelnya di koran Greenleft Weekly.

Apalagi, menurut Fred Fuentes, selama masa kampanye kedua partai tersebut memilih untuk mengangkat isu-isu yang negatif, terutama dengan menyalahkan kaum pengungsi dan minoritas lainnya.

Partai Hijau maupun kaum independen memiliki posisi yang cukup beragam dalam berbagai isu, namun seluruhnya menolak privatisasi dan posisi mereka secara umum berada di kiri dibandingkan partai besar lainnya.

“Perkembangan ini adalah kabar baik bagi seluruh kaum Kiri, termasuk Aliansi Sosialis dan semua kampanye akar-rumput,” komentar Alex Brainbridge, seorang kandidat dari Aliansi Sosialis.

Slogan kaum Sosialis selama masa kampanye adalah “Pilih Kaum Hijau dan Sosialis – Kalahkan Abott (pimpinan Koalisi oposisi kanan)”. Ini menyaingi anjuran untuk memilih Partai Buruh agar Abbott tidak menang.

Senada namun dari kubu berbeda, editorial dari Ulasan Keuangan Australia [Australian Financial Review] menyatakan: “Siapa pun yang memimpin, apakah Tony Abbott dari Koalisi atau Julia Gillard dari Buruh, ini merupakan hasil terburuk bagi terbentuknya pemerintahan stabil dan penerapan reformasi ekonomi yang tak populer namun dibutuhkan untuk memperkuat ekonomi Australia dalam menghadapi resesi global yang akan datang, penurunan industri sumber daya alam dan tantangan usia penduduk yang menua.”

“Kepentingan pengusaha besar bukanlah apakah Abbott atau Gillard yang menjalankan pemerintahan, karena mereka tahu bahwa keduanya akan menjalankan pemerintahan sesuai kepentingan mereka.” jelas Fred Fuentes.

Namun ia menilai bahwa hasil pemilu ini masih jauh dari harapan dan perubahan sejati yang hendak dituju.

“Sebagai organisasi yang berkomitmen untuk perubahan sejati, Aliansi Sosialis tidak berhenti atau bahkan mengurangi kampanyenya setelah pemilihan.” tulis Peter Boyle.

“Kami adalah aktivis politik dan pemimpin masyarakat, bukannya politikus profesional. Kami akan membangun gerakan yang menciptakan perubahan sejati, bukannya berupaya menunggangi gerakan untuk meraih kursi nyaman di parlemen.” tegasnya.

Ia memperkirakan bahwa kelas penguasa akan mengupayakan pemilihan ulang, namun dengan perolehan kursi saat ini, itu tak dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Tags: ,

FeedBerlangganan Via RSS FEED

Info Artikel Terbaru Via Surel :