Dua Polisi Venezuela Tewas Di Tangan Demonstran Sayap Kanan

Aksi demonstrasi yang digerakkan oleh sejumlah mahasiswa di Venezuela, Selasa (29/3), di San Cristóbal, Tachira, berujung malapetaka. Dua anggota polisi tewas di tangan demonstran yang digerakkan sayap kanan tersebut.

Seperti dilansir teleSUR, mahasiswa tersebut memprotes kenaikan tarif angkutan bus. Dalam aksi tersebut, mahasiswa mencoba mengambilalih sejumlah bus di terminal La Concordia. Tindakan ini memicu bentrokan dengan polisi.

Rupanya, dari arah yang tak disangka-sangka, sebuah bus yang disandera dan dikemudikan oleh mahasiswa melaju kencang dan menabrak kerumunan polisi di perempatan jalan.

Akibatnya, dua orang polisi, yaitu Nicolle Melissa (21 tahun) dan Marquez Molina (25 tahun), tewas di tempat. Sedangkan 4 petugas polisi lainnya meregang nyawa. Surat kabar Venezuela El Nacional menyebut jumlah korban tabrakan mencapai 12 orang.

Gubernur Tachira Jose Vielma Mora melalui akun twitternya mengutuk kejadian itu sebagai “tindakan kriminal”. Dia mendesak ada investigasi mendalam atas kejadian ini.

“Kami menolak segala bentuk aksi yang mengganggu stabilitas dan kehidupan warga. Setiap kekerasan membawa konsekuensi negatif,” tulisnya.

Segera setelah kejadian itu, 40 mahasiswa yang diduga tersangka langsung ditangkap oleh Polisi.

Memang, sejak Nicolas Maduro terpilih secara demokratis sebagai Presiden, kekerasan oposisi menjadi-jadi di Venezuela. Metode protes yang dilancarkan oposisi lebih menyerupai aksi kriminal ketimbang aksi demonstrasi.

Mereka memblokade jalan, membakar kendaraan, merusak marka jalan, memaksa bus menurunkan penumpang, dan lain sebagainya. TeleSUR mencatat, kekerasan yang dilakukan oleh oposisi telah menewaskan sedikitnya 40 orang.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut