Dua Aktivis Kiri Resmi Jadi Walikota Di Madrid Dan Barcelona

Dua kota terbesar di Spanyol, yaitu Madrid dan Barcelona, kini diperintah oleh aktivis kiri. Keduanya menjadi harapan baru di negeri yang sedang bergulat menghadapi krisis ekonomi itu.

Pada hari Sabtu (13/6/2015), Manuela Carmena diambil sumpahnya sebagai Walikota Madrid. Mantan aktivis Partai Komunis ini berhasil mengakhiri dominasi partai konservatif, Partai Rakyat (PP), yang sudah memerintah kota itu selama 24 tahun.

“Saya tidak akan lupa bahwa saya melayani rakyat. Saya melayani anda. Kami ingin memerintah dengan mendengar rakyat,” kata politisi gaek berusia 71 tahun ini.

Dalam pemilu regional Spanyol akhir Mei lalu, Manuela diusung oleh Ahora Madrid (Madrid Sekarang), sebuah koalisi organisasi kiri termasuk Podemos. Saat itu Ahora meraih 20 kursi, terpaut 1 kursi dari partai konservatif.

Manuela terpastikan menjadi Walikota setelah Ahora mencapai kesepakatan berkoalisi dengan Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) yang meraih 9 kursi. Dengan demikian, Manuela berhasil mendapat dukungan 29 anggota dari 57 anggota parlemen.

Mantan hakim ini berjanji akan memberi perhatian lebih terhadap rakyat miskin di Madrid. Dia juga berjanji akan membasmi korupsi, memperbaiki layanan transportasi publik, memberi subsidi bagi kaum miskin, mengatasi pengangguran, dan memperhatikan nasib warga yang kehilangan rumah akibat krisis.

Tidak tanggung-tanggung, politisi yang kerap terlibat dalam aksi protes di jalanan ini juga bersedia memotong setengah gajinya untuk memperkuat belanja publik. Ia sendiri memilih menggunakan sepeda dan angkutan umum untuk menjalankan aktivitasnya.

Perempuan kelahiran 9 Februari 1944 ini sejak kecil mendedikasikan hidupnya untuk ‘perjuangan demi dunia yang lebih baik’. Ia sempat belajar hukum di Madrid, lalu bergabung dengan partai komunis di tahun 1960-an, dan terlibat dalam perlawanan menentang kediktatoran Franco.

Di Barcelona, aktivis anti penggusuran Ada Colau Bellano juga diambil sumpahnya sebagai Walikota di hari yang sama. Dia menjadi Walikota Perempuan pertama di kota yang menjadi markas bagi tim sepak bola legendari Barcelona FC itu.

“Terima kasih telah membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin,” kata Colou di hadapan ribuan pendukungnya yang memadati Balaikota saat pelantikan. “Kami di sini akan memerintah dengan mematuhi kehendak rakyat,” tambahnya.

Colou maju di pemilu melalui kendaraan politik Barcelona en Comú (Barcelona Milik Bersama), sebuah aliansi yang melibatkan organisasi kiri, hijau, dan gerakan akar rumput.  Partai kiri Spanyol yang sedang naik daun, Podemos, juga masuk dalam aliansi ini.

Dia berjanji akan melawan ketidakadilan di Barcelona dengan mengakhiri penggusuran, mengatasi pengangguran, menurunkan harga energi, dan menaikkan upah minimum. Dan, sama seperti koleganya di Madrid, Colou juga akan memotong gajinya untuk memperkuat anggaran publik.

Perempuan berusia 41 tahun ini juga menggugat penghambur-hamburan uang sebesar 4 juta Euro per tahun untuk membiayai ajang balapan Grand Prix Formula One di kota itu tiap tahunnya. Ia menyarankan anggaran sebesar itu dipergunakan untuk memberi makan gratis bagi anak-anak di sekolah umum.

Sebelum bertarung di ajang Pemilu, Colou pernah menjadi jurubicara dari organisasi pembela korban kredit perumahan (Plataforma de Afectados por la Hipoteca/PAH). Di Spanyol, ada 120 orang yang kehilangan rumah setiap harinya akibat krisis.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut