Dituding Siapkan Kekacauan, Warga AS Ditangkap Di Venezuela

Seorang warga negara AS, Timothy Hallet Tracy, 35 tahun, ditangkap oleh pihak keamanan Venezuela, Kamis (25/4/2013). Pria asal Michigan itu dituding terkait rencana mengacaukan Venezuela pasca pemilihan Presiden.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Venezuela, Miguel Torres. Kepada media Venezuela, Torres menggambarkan skenario untuk membawa Venezuela dalam kekacauan.

Menurut Torres, pihak “pengacau” akan memulai skenarionya dengan “menolak hasil pemilu”, kemudian memicu kekerasan dan kekacauan di seantero Venezuela, lalu ada upaya mendiskreditkan pemerintah Venezuela, dan selanjutnya “intervensi asing”.

Tracy, warga AS yang ditangkap, dituding punya hubungan dekat dengan kelompok muda oposisi bernama ‘sovereignty’. “Kami melihat bagaimana orang menyusup ke kelompok revolusioner untuk mendapat perlindungan mereka, tetapi lebih dekat dengan kelompok ekstrem kanan,” katanya.

Sejak penangkapan itu, media-media AS mengutip pernyataan pihak keluarga dan teman-teman Tracy, yang menyangkal tudingan Tracy sebagai seorang mata-mata. Sejumlah sumber menyebut dia sebagai pembuat film independen mengenai keterbelahan politik di Venezuela.

Menteri Dalam Negeri Venezuela juga memperlihatkan sebuah video berisi pertemuan sekelompok kecil orang yang berbicara uang dan terkait dengan aksi kekerasan baru-baru ini di Venezuela.

Dalam video lainnya, seorang pensiunan Angkatan Darat Venezuela, Antonio Rivera, terlihat memberikan nasihat taktis kepada sejumlah demonstran muda di Caracas pada tanggal 15 April 2013.

Sementara itu, tokoh oposisi Venezuela Henrique Capriles menyerukan kepada pendukungya untuk turun ke jalan pada bulan Mei mendatang untuk menyatakan penolakan terhadap hasil pemilu. Sebelumnya, ia juga menolak hasil audit CNE (KPU Venezuela) terkait hasil pemilu.

Merespon hal itu, Koordinator Umum Pusat Pekerja Bolivarian Carlos Lopez menyatakan bahwa setengah juta Chavistas akan turun ke jalan pada bulan Mei mendatang dan mengkhawatirkan aksi kekerasan dari pihak oposisi.

Skenario “Suriah dan Libya” Akan Diterapkan Di Venezuela

Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua, juga mensinyalir rencana pemerintah AS untuk menciptakan kondisi kacau di Venezuela sekaligus menjadi dalih untuk intervensi asing.

“Ada upaya membawa Venezuela ke dalam perang sipil. Denga begitu, mereka (AS) punya dalih untuk intervensi, seperti terjadi di Libya dan Suriah,” tegasnya.

Skenario untuk menciptakan perang sipil di Venezuela akan diciptakan melalui dua metode, yakni penolakan terhadap hasil pemilu dan memasukkan pasukan bayaran ke Venezuela.

Elias Jaua sendiri mengatakan, indikasi itu terlihat jelas dengan dimasukkannya sejumlah penyusup dari Ekuador dan tertangkapnya paramiliter Kolombia yang menyamar menggunakan seragam militer Venezuela.

Diolah dari: Venezuelanalysis.com dan Agencia Venezolana (AVN)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut