Dilma Rousseff, Kandidat Partai Buruh Memimpin Perolehan Suara Pemilu Brazil

BRASILIA: Dilma Rousseff, kandidat dari Partai Buruh (PT), partai kiri yang bertendensi sosialis, mengumpulkan suara 44% dari jumlah suara yang sah dalam pemilu Minggu (3/10), dari sekitar 60% suara yang sudah masuk ke Mahkamah Tertinggi Pemilihan Brazil (TSE).

Hasil sementara pemilu juga menunjukkan, kandidat sayap kanan dari Partai Sosial Demokratik Brazil (PSDB), Jose Serra, mengumpulkan 37% suara, menjadi pesaing utama Dilma. Sementara Marina Silva, yang mewakili Partai Hijau (PV) mengumpulkan 20%.

Jika tidak ada kandidat yang mencapai perolehan 50%, maka pemilihan putaran kedua akan kembali digelar pada 31 Oktober mendatang.

Hampir 139 juta orag rakyat Brazil terdaftar sebagai pemilih, untuk memilih Presiden baru, 27 gubernur, 81 senator, 513 deputi federal, dan 1.059 majelis perwakilan daerah.

Sekilas Dilma Rousseff

Dilma Rousseff, kandidat Partai Buruh, merupakan favorit dalam pemilihan presiden kali ini dan diperkirakan secara luas akan menjadi presiden perempuan pertama dalam sejarah politik di Brazil.

Kini dia berusia 62 tahun. Rousseff lahir di negara bagian Minas Gerais dari latar-belakang keluarga kelas menengah imigran Bulgaria dan Brazil.

Dia mengawali karirnya sebagai aktivisme melawan kediktaroran dari  1964-1985 dan bekerja dalam pelayanan publik sejak re-demokratisasi.

Pada masa mudanya, ia ikut serta dalam perlawanan bersenjata, yang dikenal sebagai Colina (singkatan untuk Komando Pembebasan Nasional) dan VAR-Palmares (Pasukan Bersenjata Revolusioner Vanguard), untuk melawan rejim militeristik.

Ia dipenjarakan, disiksa dan menghabiskan tiga tahun dalam penjara pada awal 1970.

Pada akhir tahun pemerintahan militer, Rousseff berjuang untuk amnesti bagi warga yang kehilangan hak-hak sipil mereka dianiaya oleh pemerintah,  dan berpartisipasi dalam Yayasan dari Partai Buruh Demokratis (PDT) di wilayah selatan Brasil.

Dekat pemimpin politik yang penting di Brazil, sebagai Leonel Brizola, ia memainkan peran dalam gerakan yang disebut Diretta Ja (pemilihan langsung sekarang), mobilisasi sipil paling besar dalam sejarah Brasil baru-baru ini dan mencapai puncaknya dengan kembalinya demokrasi.

Setelah menuntaskan studi ekonominya, dia menjadi sekretaris pertambangan dan energy pemerintah di  Rio Grande do Sul, yang membuatnya dikenal di seluruh negeri pada tahun 1980an.

Berafiliasi dengan Partai Buruh sejak tahun 2001, ia adalah Menteri Energi selama masa pertama Presiden Lula yang dimulai pada bulan Januari 2003, dan pada bulan Juni 2005 ia menjabat Kepala Staf.

Selama masa jabatannya sebagai Ketua Dewan Direksi Petrobras, perusahaan minyak milik negara, Brazil mencapai swasembada cadangan minyak dan produksi mega ditemukan di lapisan pra-garam dari laut Brasil, yang dapat mengubah negara Amerika Selatan ini menjadi eksportir minyak terbesar.

Roussef ditunjuk oleh Presiden Lula sendiri untuk menjadi penerusnya, dan pada bulan April tahun ini sudah mengundurkan diri sebagai kepala staf. ( Diolah dari Xinhua. Net/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut