Dilarang Berjualan, Pedagang Asongan Stasiun Madiun Gelar Aksi Protes

Pedagang Asongan Madiun.jpg

Sejak Rabu, 19 Maret lalu, Paguyuban Pedagang Asongan Stasiun Madiun menggelar aksi di depan Kantor PT. KAI DAOP VII Madiun. Mereka mendirikan tenda untuk menginap di depan stasiun sebagai bentuk protes atas kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) melarang mereka berjualan di area stasiun.

Para pedagang asongan menilai kebijakan PT. KAI tersebut telah menghilangkan mata pencaharian para pedagang yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dengan berdagang di sekitar stasiun.

“Sudah satu bulan ini para pedagang tidak bisa berjualan. Akibatnya, kami kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga kami,” kata Koordinator Paguyuban Pedagang Asongan Stasiun Madiun, Hadi Suloso.

Menurut Hadi, selama ini para pedagang sudah mencoba mematuhi kebijakan PT. KAI dengan tidak berjualan di dalam gerbong kereta. Tak hanya itu, kata Hadi, pihaknya sudah melengkapi anggotanya dengan seragam dan kartu anggota.

“Kami adalah pedagang yang siap diatur. Dan selama ini kami mencoba berdagang dengan tertib. Tapi, kalau kami dilarang sama sekali untuk berjualan, itu sama saja membunuh ekonomi kami,” terangnya.

Hadi juga mengungkapkan, selama ini para pedagang juga sudah membayar retribusi kepada PT. KAI. Ironisnya, kata Hadi, pihak PT. KAI justru menggunakan aparat TNI, yakni Marinir, untuk mengusir paksa para pedagang.

Aksi protes para pedagang ini sudah memasuki hari kelima. Kendati demikian, pihak PT. KAI DAOP Madiun belum juga membuka pintu untuk negosiasi. Karena itu, pada hari Sabtu (22/3) kemarin, para pedagang membuka replika pocong sebagai simbol matinya hati nurani para pejabat PT. KAI.

Perjuangan para pedagang asongan stasiun Madiun ini disokong penuh oleh Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), LBH Madiun, dan sejumlah LSM. Para pedagang berencana menggelar aksi di kantor DPRD Madiun jika PT. KAI tetap menutup pintu dialog.

Firman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut