Dianggap Lemah Hadapi Freeport, LMND DIY Beri ‘Jamu Kuat’ Untuk Jokowi-JK

LMND DIY (2)

Keputusan Pemerintahan Jokowi-JK memberikan izin ekspor konsentrat kepada PT Freeport menuai kecaman banyak pihak. Salah satunya dari aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Jumat (30/1/2015), puluhan aktivis LMND provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi protes di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi DIY di Bumijo, Jetis, Yogyakarta.

Dalam aksinya tersebut, LMND DIY mengungkapkan kekecewaan terhadap ketidakberdayaan pemerintahan Jokowi-JK di hadapan PT. Freeport Indonesia. Dan, untuk mengungkapkan kekecewaan itu, LMND DIY menggelar aksi teatrikal bertema “Jamu Kuat untuk Jokowi”.

Dalam aksi tetrikal itu digambarkan seseorang yang memerankan Rakyat memberikan jamu kuat kepada seorang peserta aksi yang memerankan Presiden Jokowi. “Semoga dengan jamu kuat ini pak Jokowi punya keberanian dan kekuatan untuk menghadapi berbagai manuver dan tekanana Freeport,” kata Ketua LMND DIY, Ardy Shihab, kepada Berdikari Online.

Menurut Ardy, keputusan pemerintahan Jokowi-JK memberikan izin ekspor konsentrat kepada Freeport telah melanggar amanat Pasal 170 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba yang melarang ekspor mineral dalam bentuk mentah.

“Pemerintahan Jokowi-JK, yang gembar-gembor memperjuangkan Trisakti, tidak bisa menegakkan UU nasional dihadapan perusahaan asing. Ini sangat merendahkan martabat politik bangsa kita,” kata Ardy.

Dalam tuntutannya, LMND mendesak Jokowi-JK memaksa PT Freeport menghormati kedalaulatan politik, termasuk menghormati konstitusi dan perundang-undangan Republik Indonesia.

Jika tidak, LMND menuntut Jokowi-JK berani mengambil-alih PT. Freeport untuk kepentingan nasional Indonesia, termasuk untuk kepentingan rakyat Papua.

Medi Muamar

 

——

Kunjungi website LMND di http://www.lmnd.or.id

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut