Dianggap Diskriminatif, Etihad Airways Menuai Kecaman

Maskapai Etihad Airways menuai kecaman. Pasalnya, maskapai penerbangan nasional Emirat Arab tersebut dianggap diskriminatif dan semena-mena terhadap penyandang disabilitas.

Kejadian itu terjadi hari Minggu (3/4) lalu. Saat itu, Dwi Ariyani, 36 tahun, seorang penyandang disabilitas, akan melakukan penerbangan menuju Jenewa, Swiss, dengan menggunakan Etihad.

Namun, beberapa saat sebelum lepas landas, Dwi diminta turun oleh kabin karena menggunakan kursi roda dan tidak ada pendamping.

Tak terima dengan perlakuan itu, Dwi menggalang petisi lewat change.org, berjudul “Etihad Airways, Jangan Diskriminasi Disabilitas!”. Lewat petisi itu, Dwi menjelaskan duduk persoalannya.

“Saya pikir ini ironi. Saat saya hendak berangkat mengikuti acara Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, saya justru mengalami diskriminasi. Maskapai Etihad Airways menolak menerbangkan saya karena saya memakai kursi roda,” tulisnya.

Dwi menengarai kejadian diskriminatif seperti dialaminya sering terjadi pada sebagian besar penyandang disabilitas. Bukan hanya di penerbangan internasional, tetapi juga domestik.

Menurut dia, secara moral dan hukum maskapai Etihad telah melakukan diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak-hak disabilitas/difabel.

Dia melanjutkan, konvensi penyandang disabilitas (yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui UU No. 19/2011) menegaskan prinsip non-diskriminasi, yang berarti bahwa tidak boleh ada perbedaan perlakuan kepada siapapun terutama terhadap penyandang disabilitas.

Apalagi, lanjut dia, pada 17 Maret 2016 lalu, DPR RI baru saja mengesahkan UU Penyandang Disablitas, yang seharusnya dapat diterapkan secara komprehensif di seluruh lini kehidupan, termasuk di sektor transportasi dan dunia penerbangan publik.

“Melalui petisi ini, saya meminta agar pihak Maskapai Etihad tidak lagi mendiskriminasi penyandang disabilitas,” tegasnya.

Dia juga meminta Menteri Perhubungan untuk membuat regulasi yang melarang semua maskapai penerbangan melakukan diskriminasi kepada penyandang disabilitas.

Hingga Rabu (6/4) sore, sudah ada 18.275 orang yang menandatangani petisi ini. Sebagian besar mengecam perlakuan diskriminatif Etihad Airways.

Risal Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut