Di Surabaya, LMND Dan GMNI Peringati Hardiknas

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi massa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu (2/5/2012).

Aksi dilakukan di depan kantor Dinas Pendidikan Surabaya. Di pinggir jalan depan kantor itu, aktivis LMND dan GMNI bergantian menyampaikan sikap politik mengenai situasi pendidikan nasional.

“Pendidikan nasional sedang berada di bawah serangan sebuah ideologi yang menempatkan profit di atas pendidikan,” Ketua LMND Surabaya, Janes Kasihiuw, saat menyampaikan orasinya.

Menurutnya, hal itu tercermin dari menguatnya agenda pemerintah untuk memprivatisasi pendidikan nasional. Selain itu, kata Janes, urusan pendidikan akhir-akhir ini makin identik dengan persoalan bisnis.

“Pemerintah akan tetap mengesahkan RUU pendidikan tinggi. Semangat RUU PT ini sama persis dengan UU BHP, yakni memprivatisasi pendidikan tinggi,” kata Janes.

Jika RUU perguruan tinggi disahkan, kata Janes, maka mayoritas rakyat Indonesia akan kesulitan mengakses pendidikan tinggi. Padahal, angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia baru berkisar 18,7 persen.

Dengan demikian, Janes menyimpulkan, pendidikan tinggi hanya akan menjadi semacam komoditi yang bisa dibeli orang-orang tertentu. “Privatisasi akan menciptakan segmentasi dan pengecualian,” kata Janes.

Dalam aksinya, LMND dan GMNI tegas menolak RUU PT. Kedua organisasi mahasiswa ini juga mendesak pelaksanaan pasal 33 UUD 1945 sebagai jalan pembuka penerapan pendidikan gratis dan universal.

KAMARUDDIN KOTO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut