Demonstran Banjiri Jalanan Kashmir Untuk Memprotes Kekerasan Oleh Pasukan India

Kashmir: Puluhan ribu warga Khasmir mengadakan aksi protes jalanan pada hari Jumat setelah pasukan pemerintah menembak mati empat orang dan 12 orang lainnya terluka saat terjadi kerusuhan antara warga Khasmir dan penguasa India, demikian dilaporkan Morning Star Online.

Selama duua bulan bentrokan dengan pasukan keamanan, korban tewas sudah mencapai sedikitnya 55 orang di Kashmir India, dimana sebagian besar pengunjuk rasa tewas ditembak.

Kerusuhan tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang, meskipun terjadi penambahan pasukan dan seruan dari Perdana Menteri India untuk tenang.

Warga yang menggelar protes pada hari Jumat lebih banyak di daerah yang mayoritas dihuni warga muslim.

Sebagian besar aksi demonstrasi direncakan damai, tetapi di beberapa tempat terjadi pertempuran yang meletus, setelah pasukan keamanan berusaha mencegah pengunjuk rasa yang berusaha menentang penerapan jam malam.

Paramiliter menembaki desa Bomai setelah ribuan pendemo berkumpul dan sempat melempari pasukan keamanan. Dua orang tewas dan sedikitnya empat orang terluka dalam kejadian ini.

Warga setempat mengadakan protes itu secara damai, tapi bentrokan telah pecah sesaat setelah penembakan.

Di daerah Pattan, tentara menembak sekelompok orang yang menentang jam malam, membunuh seorang pria 65 tahun dan melukai dua lainnya.[poll id=”4″]

Seperti berita penembakan yang disebar, ribuan orang keluar dari rumah mereka dan bentrok dengan pasukan keamanan pemerintah di berbagai kota, demikian dikatakan pejabat Polisi.

Di Trehgam, demonstran melempari pasukan pemerintah, yang marah karena penolakan untuk mengijinkan mereka mengakses sebuah masjid untuk shalat Jumat pada hari pertama bulan Ramadhan.

Pasukan keamanan menembaki para pengunjuk rasa, menewaskan seorang siswa remaja dan melukai sedikitnya enam orang lainnya.

Para pengunjuk rasa kemudian bergabung dengan ribuan warga dari desa tetangga, yang menyebabkan bentrokan bertambah luas.

Di Srinagar, pejabat berwenang tidak memberlakukan jam malam setelah pemimpin separatis dan ulama Mirwaiz Umar Farooq memperingatkan ancaman pembangkangan total, jikalau mereka dilarang beribadah di masjid Jamia.

Masjid tetap terlarang bagi orang-orang pada hari Jumat selama enam minggu terakhir.

Tapi puluhan ribu orang telah berbaris melalui jalan-jalan berliku dari pusat Srinagar, kemarin,  dan bermaksud menjalankan ibadah di mesjid.

Mereka meneriakkan: “Pergilah India, Kembali dan Kami ingin kebebasan,” sementara puluhan orang mengendarai sepeda motor sambil melambaikan bendera hijau.

Sebagian besar polisi dan paramiliter telah ditarik kamp mereka untuk menghindari bentrokan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: