Demokrasi Ala Rakyat Desa Tanjung Medang

Demokrasi harus diperjuangkan dari bawah. Itulah yang sedang diperjuangkan oleh masyarakat di desa Tanjung Medang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pada tanggal 25 Agustus 2012 lalu, warga Desa Tanjung Medang memilih langsung kepala desa mereka.

Yang menarik, proses pemilihan ini dirancang dan dijalankan sendiri oleh warga. Panitia pemilihan juga dibentuk oleh warga. Ketua panitia pemilihan, Junaidi, bilang, “ini merupakan upaya mencari kepala desa yang benar-benar sesuai dengan kehendak dan suara rakyat.”

Sebelumnya, desa Tanjung Medang diperintah oleh kepala desa korup. Awaluddin, nama kepala desa tersebut, telah menjual secara sepihak tanah ulayat milik warga desa Tanjung Medang kepada seorang pengusaha.”

Tindakan Kades itu membuat rakyat marah. Melalui wadah “Front Pemerintahan Rakyat Miskin”, warga desa Tanjung Medang mengorganisasikan perlawanan untuk merebut kembali hak ulayat mereka.

Kepala desa korup itu pun terguling. Ia akhirnya menjalani proses peradilan pada Agustus 2011 lalu. Warga desa berharap kades korup itu mendapat hukuman setimpal.

Namun, sampai sekarang warga desa Tanjung Medang belum berhasil merebut kembali hak ulayat mereka. Tanah tersebut masih dikangkangi oleh seorang pengusaha bernama Burhan.

Warga desa berharap kades baru yang dipilih oleh pilkades demokratis akan berjuang untuk mengembalikan hak ulayat tersebut. “Kami berharap, kades yang terpilih akan memperjuangkan kembalinya hak ulayat,” kata Junaidi.

Hasil pilkades menunjuk Ujang Sadikin sebagai Kades baru Tanjung Medang. Ia merupakan pengurus Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Tanjung Medang. Ia akan menjalankan mandat itu hingga 2007 mendatang.

Fuad Kurniawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut