Demo Mengecam Pemukulan Ibu Hamil Oleh POM TNI AL

MAKASSAR: Ratusan orang menggelar aksi demo untuk mengecam pemukulan seorang ibu hamil 5 bulan oleh seorang oknum POM TNI AL.

Demonstran berkumpul di depan RS Pelamonia lalu bergerak ke depan monumen mandala Makassar, tempat para demonstran akan menyampaikan kecaman dan tuntutannya.

Aksi pemukulan itu terjadi kemarin, ketika seorang ibu bernama Anita (20 th), yang juga merupakan pedagang asongan di Makassar mall, berusaha menghentikan  aksi seorang petugas POM AL terhadap suaminya.

Anggota POM AL malah memukuli ibu tersebut hingga pingsan dan mengeluarkan darah dari bagian mulutnya.

Kejadian ini mendapat kecaman sejumlah organisasi pergerakan rakyat, yang menganggap kejadian itu sebagai bukti arogansi dan kesewenang-wenangan anggota milter terhadap rakyat biasa.

Dalam aksi itu, massa mendesak agar pelaku pemukulan segera dicopot dengan tidak hormat dari anggota TNI AL. Mereka juga meminta agar Kepala Staff Angkatan TNI AL meminta maaf atas perilaku buruk anggotanya terhadap rakyat biasa.

POM AL Mengurusi Pasar

Ada yang sangat ganjil di sini, yakni keterlibatan anggota POM AL dalam pengamanan pasar Makassar mall. Padahal, seharusnya tugas polisi militer adalah menegakkan ketertiban dan disiplin di kalangan anggota TNI AL.

Masyarakat pun mempertanyakan keberadaan POM AL yang dipergunakan sebagai penjaga keamanan pasar. “Ini sudah bukan wilayah kerja POM AL lagi,” kata Arham, salah seoranga aktivis yang mendampingi pedagang asongan.

Beberapa bulan lalu, pihak pengelola pasar menghendaki pedagang asongan keluar dari wilayah Makassar mall. Namun, pihak pedagang asongan menolak keputusan ini sebab dapat menghilangkan mata pencaharian mereka.

Pedagang asongan meminta pemerintah dan pengelola bisa memfasilitasi mereka untuk membuat tempat berjualan yang layak di sekitar Makassar mall, sehingga tidak terkesan kumuh dan senrawut.

Meski begitu, karena telah diusir, para pedagang pun hanya berjualan di dekat kolom yang berada di luar lokasi Makassar mall. Akan tetapi, entah apa yang menjadi dasar dari para security dan anggota POM AL sehingga tetap memukuli para pedagang.

Para pedagang pun mengaku bahwa ini bukan kali pertama mereka mendapatkan kekerasan dari anggota POM AL. “kami sering ditendang, dipukuli, dan diancam oleh petugas POM AL,” kata seorang pedagang. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut