Demo Memprotes Manipulasi CPNSD Di Sumbawa

Puluhan mahasiswa dan petani menggelar aksi protes terkait manipulasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Dinas Pendidikan Nasional dan Badan Kepegawaian Daerah Sumbawa.

Menurut data yang diajukan oleh mahasiswa, ada 55 orang yang diduga merupakan hasil manipulasi, dengan perincian 32 orang di dinas pendidikan dan 33 orang pegawai honorer di bendungan batu bulan Sumbawa.

Sebagai contoh, seorang bernama Indra Irawan, yang seharusnya mendapatkan SK pengangkatan, tetapi yang mendapatkan SK pengangkatan justru nama lain, yaitu Diana Dewi.

Demonstran, yang merupakan gabungan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Tani Nasional (STN), akan mempersoalkan kasus ini dan menuntut pengunduran diri Kepala Dinas Pendidikan Nasional kabupaten Sumbawa dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Koordinator aksi ini, Kevin, yang juga aktivis LMND, menegaskan bahwa praktik manipulasi dan KKN akan menjadi penyebab terbentuknya birokrasi korup di pemerintahan daerah.

Dan, katanya, ini akan mempengaruhi kualitas pelayanan publik oleh PNS kepada seluruh rakyat Sumbawa.

Kolusi Penerimaan Calon Pegawai

Kolusi dalam penerimaan PNS di Indonesia bukan hal yang baru, namun sudah menjadi penyakit birokrasi yang lama mewabah.

Sayang sekali, bahwa reformasi birokrasi hanya berakhir sebagai slogan saja, sementara praktek manipulasi dan kolusi terus menerus terjadi setiap kali penerimaan CPNS.

Kevin menegaskan bahwa ada kesulitan untuk mengungkap kasus seperti ini, karena telah menyeret pejabat-pejabat di tingkat daerah dan pusat.

Padahal, jumlah pelamar selalu membajiri tempat pendaftaran, namun hanya sedikit diantara mereka yang benar-benar lulus dengan murni.

Situasi ini seperti membentuk lingkaran setan dalam birokrasi pemerintahan di Indonesia, sehingga berakibat pada kualitas pelayanan publik yang sangat buruk dan tidak responsif.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: