Dari Perayaan HUT Israel Hingga Peringatan “Nakba” Palestina

PADA Selasa malam lalu, puluhan pemuda sudah berkumpul di lembah Universitas Gajah Mada (UGM), diterangi oleh sinar rembulan. Di tengah keheningan malam, pemuda-pemuda itu meneriakkan slogan: Hidup Palestina!”

Ternyata, puluhan pemuda ini sedang memperingati “hari Nakba” atau hari bencana, yang juga merupakan tanggal lahirnya negara Israel. Acara ini diselenggarakan oleh perkumpulan solidaritas palestina, yaitu Voice of Palestina (VoP), dibantu oleh “Retorika” Fakultas Filsafat UGM.

Koordinator Voice of Palestine, Muhammad Ma’aruf, mengatakan aksi peringatan Nakba ini ditujukan untuk menunjukkan solidaritas bagi perjuangan rakyat Palestina melawan kebiadaban Israel dan pendukungnya.

Selain itu, menurut Morbit—sapaan akrab Muhammad Ma’aruf, perjuangan rakyat Palestina untuk menjadi bangsa merdeka dan berdaulat sevisi dengan perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisme di manapun.

Palestina dan Indonesia kini sama-sama berjuang untuk mampu lepas dari belenggu yang mencengkram untuk memperoleh kebebasan dan kemerdekaan yang berdaulat.

Acara ini juga menghadirkan pertunjukan music dari “Sunday Morning” UGM dan pemutaran film tentang “nakba” Palestina. Hari Nakba (Nakba Day) berasal dari kata Arab, Yawm an-Nakbah, yang berarti “Hari Bencana”.

Menurut data yang dimiliki Voice of Israel, akibat dari pendudukan Israel terhadap Palestina adalah 600 desa dihancurkan, 800.000 orang tewas dan 7jutaan orang masih berada di dalam pengungsian.

Dalam acara itu, hadir pula pentolan aktivis 1990an sebagai undangan, yaitu John Tobing, yang dikenal sebagai pencipta lagu “Darah Juang”. Dalam penyampaian singkatnya, John Tobing mengajak peserta solidaritas untuk mengambil inspirasi dari perjuangan rakyat Palestina, khususnya kisah anak kecil melawan tank, sebagai penggugah semangat dalam melawan penguasa menindas di Indonesia.

>>>

Beberapa hari sebelumnya, rakyat Indonesia juga digemparkan oleh rencana segelintir orang untuk merayakan HUT Kemerdekaan Israel di Indonesia.

Ini menggemparkan lantaran dilakukan di negara yang menentang penjajahan Israel atas Palestina, dan itu dinyatakan pula dengan ketiadaan hubungan diplomatik secara resmi antara Indonesia dan Israel.

Unggun Dahana, 48 tahun, salah seorang panitia dari kegiatan peringatan HUT Israel itu, mengaku bersikeras akan tetap melakukan perayaaan ini.

Dalam upacara yang dipersiapkan Unggun Dahana cs, bendera Israel akan dikibarkan dan lagu kebangsaan Israel pun akan diperdengarkan. Bagi Unggun Dahana sendiri, sebagaimana disampaikan kepada sejumlah media, Israel itu tidak pernah menjajah da negara Palestina itu tidak pernah ada.

“Sejarah Palestina itu tidak ada. Yang ada sekarang itu orang-orang Yordan. Dan Palestina itu baru terbentuk setelah Israel merdeka. Jadi orang Palestina itu orang-orang Arab itu,” kata Unggun Dahana sebagaimana dikutip Dakta.com
Di jejaring sosial Facebook, Unggun Dahana membuat undangan terbuka untuk peringatan acara ini. Ratusan orang mengkonfirmasi untuk menghadiri acara peringatan HUT Israel tersebut.

Akan tetapi, tidak semua yang menghadiri HUT kemerdekaan Israel ini adalah penentang Palestina. Ruth Novita Yanti, misalnya, mahasiswa asal Bogor ini mengaku mendukung kemerdekaan bangsa Palestina.

“saya mencintai Israel bukan berarti mendukung kekerasan yang dilakukannya… justru saya mendoakannya, supaya Israel bisa pulih menjadi bangsa yang mencerminkan bangsa pilihan TUHAN… saya juga mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya.

Hal serupa juga diakui oleh ‘Laura’ Inne Lumi, yang mengaku studi di Akademi Bahasa Asing, dengan mengatakan bahwa kedua bangsa mestinya dimerdekakan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Kok mereka -yang merayakan hari Kemerdekaan Israel- tidak dapat membedakan antara Israel dan Yahudi???
    Israel -jelas negara produk imperialis.
    Yahudi – adalah bangsa – yang sebagian juga mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.