Cristina Fernandez Kembali Pimpin Argentina

Cristina Fernandez, Presiden incumbent Argentina yang berhaluan nasionalis-kiri, berhasil terpilih kembali untuk masa jabatan Presiden berikutnya setelah unggul dalam perolehan suara pemilu Presiden, Minggu, 23 Oktober 2011.

Fernandez meraih kemenangan mutlak sebesar 53%, sedangkan pesaingnya, Hermes Binner, hanya meraih suara 17%. Kemenangan ini disebut “bersejarah” karena terjadi selisih perolehan suara yang terlampau besar. Ini hanya terjadi pada saat Juan Domingo Peron terpilih untuk ketiga kalinya dengan suara 62% pada tahun 1973.

Menurut sebagian pengamat, kemenangan Fernandez didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yaitu 8% per tahun. Ia juga sukses menekan tingkat pengangguran hingga titik terendah dalam 20 tahun terakhir.

Tetapi kebijakan Fernandes kurang disukai kelompok bisnis. Pada tahun 2008, ketika krisis ekonomi global memuncak, ia mengambil langkah berani dengan menasionalisasi pengelolaan dana pensiun swasta. Setahun kemudian, ia memecat Kepala Bank Sentral karena menolak menggunakan cadangan devisa untuk membayar utang.

Pada tahun 2008 juga, hanya empat bulan setelah menjabat, ia meluncurkan resolusi untuk menaikkan pajak komoditi ekspor sebagai jalan merangsang pembiayaan kas negara dan pasar internal.

Pada tahun 2010, suaminya yang juga mantan Presiden Argentina, Nestor Kichner, meninggal dunia. Banyak orang mengira bahwa Fernandez kehilangan seorang mentor politiknya dan sekaligus pembisik.

Tetapi Fernandez berhasil mematahkan perkiraan itu. Ia berhasil merumuskan kebijakan ekonomi yang membuat ekonomi internal Argentina terus merangkak naik. Ia juga meluncurkan sejumlah program sosial untuk kaum miskin. Salah satu terobosannya di bidang pendidikan adalah penyediaan dana untuk setiap anak dibawah usia 18 tahun.

Dalam politik luar negeri, Cristina Fernandez juga sering berangkulan dengan pemerintahan-pemerintahan berhaluan kiri di Amerika latin, seperti Hugo Chavez di Venezuela, Evo Morales di Bolivia, Daniel Ortega di Nikaragua dan lain-lain.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut