CIA Dibalik Tudingan Perkosaan Yang Diduga Dilakukan Pendiri WikiLeaks

Lembaga intelijen Amerika Serikat, CIA, dituding berada dibalik serangan terhadap website pembocor rahasia, WikiLeaks, termasuk dalam menyebarkan tudingan palsu mengenai perkosaan yang diduga melibatkan pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

Menurut penjelasan surat kabar resmi Kuba, Granma, dibalik tudingan perkosaan yang dilakukan Julian Assange muncul nama kolaborator CIA, Anna Ardin, salah seorang wanita Kuba yang memiliki jaringan dengan teroris terkenal, Carlos Alberto Montaner.

Ardin diketahui terlibat aktif dalam kampanye menentang pendirian website WikiLeaks, yang dianggap telah berulangkali membuat kesulitan bagi Departemen Luar Negeri AS.

Setelah meninggalkan Kuba, Ardin mulai bekerja di sebuah website yang didirikan oleh United States Agency for International Development (USAID) dan dikontrol oleh Central Intelligence Agency (CIA). Salah satu website yang dimaksud adalah Miscelanea de Cuba property, yang dikelola oleh seorang pembangkan Kuba, Alexis Gainza.

Di Swedia, dengan dibimbing oleh Alexis Gainza, Ardin menjadi ahli media seperti koran Dagens Nyheter dan SVT, sebuah stasiun TV publik, dan terakhir menjadi salah satu figur dalam Partai Sosial Demokrat.

Gainza sendiri berhubungan dengan intelijen AS dan German International Society for Human Rights (Kelompok HAM, red), yang di dalam jajarannya terdapat sejumlah bekas pemimpin NAZI, seperti Ludwig Martin, dan ex-militer seperti Dieter von Glahn.

Lebih lanjut, Granma menjelaskan bahwa juru bicara dari German International Society for Human Rights, Martin Lessenthin, sangat dekat dengan partai pelaku kudeta di Venezuela, yaitu Primero Justicia.

Sementara perempuan lainnya yang dianggap korban perkosaan Julian Assange, Sofia Wilèn, adalah juga kolega dari Ardin. Keduanya telah melaporkan Julian Assange atas tuduhan perkosaan.

Trik Kotor

Akan tetapi, karena tudingan perkosaan tidak terlalu kuat, maka Anna Ardin mengalihkan dengan tudingan sengaja menggunakan kondom rusak saat keduanya berhubungan seks.

Julian Assenge sendiri kepada koran Aftonbladet mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan hubungan seks dengan orang lain tanpa melalui persetujuan. Karenanya, Julian Assenge menuding bahwa ini merupakan “trik kotor” Pentagon untuk menghentikan langkahnya.

Anna sendiri mengaku bahwa dirinya pernah tinggal bersama dengan Assenge di sebuah apartemennya di Stockholm, dimana mereka sering keluar bersama dan berhubungan seks.

Sementara Sophia, yang dikenalkan oleh Anna kepada Julian, mengaku sebagai seorang penggemar Julian Assenge karena keberaniannya membocorkan data rahasia AS terkait perang di Afghanistan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut