Chavez: Revolusi Tidak Mengenal Jalan Mundur

Presiden Venezuela, Hugo Chavez, menegaskan bahwa revolusi politik meliputi aspek ekonomi, budaya dan ideologi dan juga setiap sektor massa rakyat harus memastikan “tidak ada titik kembali” dalam proses transformasinya.

Menurut Chavez, sebagai bagian dari revolusi di bidang ekonomi, sejak tahun 2006 pemerintah telah bekerja untuk mengukur dan mensertifikasi cadangan minyak di sabuk Orinoco (proyek cadangan magna).

Sampai dengan Desember 2010, cadangan minyak Venezuela sudah mencapai 296.5 milyar barrel. Dengan demikian, Venezuela menjadi pemilik cadangan minyak terbesar di dunia.

“Bagaimana kami mengerjakan ini? Ini berkat revolusi politik. Kami bekerja sangat keras,” kata Chavez menggaris-bawahi dan menyoroti nada damai revolusi Bolivarian, sebuah proses yang hidup di tengah banyak momen kekerasan seperti kejadian yang muncul di tahun 2002 (kudeta dan sabotase industri minyak).

Dalam konteks ini, Chavez mengingatkan bahwa tahun ini ada empat momentum revolusi yang harus diperingati: 20 tahun pemberontakan 4 April 1992 (pemberontakan sipil-militer), dan 27 November 1992 (pemberontakan militer); 10 tahun dari 13 April 2002 (ketika rakyat mengembalikan Chaves berkuasa setelah kudeta dua hari); dan satu lagi di 7 oktober 2012 (ketika revolusi Bolivarian menang kembali dalam pemilu Presiden), “seuatu yang belum terjadi, tapi akan terjadi.”

Ia menjelaskan, ketika kaum kontra-revolusi masih terus hidup dan melakukan intrik, fitnah, dan berusaha memecah-belah persatuan revolusioner massa rakyat dan angkatan bersenjata, maka jawabannya adalah harus lebih lebih banyak serikat-serikat dan kaum revolusioner serta kesadaran anti-imperialis.

AVN | RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut