Chavez Minta AS Hormati Kedaulatan Nasional Negara Arab

Presiden Venezuela Hugo Chavez meminta agar semua pihak mengormati kedaulatan nasional dan hak menentukan nasib sendiri bangsa Arab, menyusul krisis politik yang terjadi di Mesir dan Tunisia.

“Karena penghargaan kami kepada negara-negara itu, kami tidak membuat komentar apapun tentang situasi di sana,” kata Chavez.

“Kami hanya berbicara dan merujuk pada kedaulatan, karena AS dan banyak Eropa kesana,” katanya, saat berbicara di Maracay, Aragua, dimana ia memeriksa daerah yang terkena ledakan gudang penyimpanan senjata.

Dalam sebuah statemen baru-baru ini, Sekretaris Negara AS Hillary Clinton menyerukan agar terjadi “transisi menuju demokrasi yang nyata” di Mesir.

Chavez mengatakan bahwa AS berusaha menabur perpecahan di dunia Arab.

Presiden Chavez mengaku berkomentar setelah melakukan pembicaraan dengan pemimpin Libya dan Suriah, Bashar al-Assad dan Muammar al-Gaddafi.

Protes Makin Membesar

Sementara itu ibukota Mesir dan kota-kota lainnya masih dilanda aksi protes anti-pemerintah hingga hari Senin, kemarin, ditengah kehadiran pasukan militer dan bentrokan dimana-mana.

Selama tujuh hari berturut-turut, ribuan orang berkumpul di lapangan Tahrir di pusat kota Kairo untuk memprotes kemiskinan, kelaparan, kurangnya hak demokrasi, penindasan di seluruh negeri, dan berbagai kesalahan pemerintah lainnya.

Demonstran menegaskan bahwa aksi protes akan terus berlanjut hingga tujuan mereka tercapai, yaitu pengunduran diri Hosni Mubarak.

Mobilisasi terbesar telah diserukan oleh berbagai partai politik pada hari Selasa ini, dengan melibatkan sejuta orang di Ibukota.

Selain itu, pihak penyelenggaran merencanakan pemogokan umum hari Selasa ini, untuk menunjukkan kepada Mubarak bahwa situasi sudah tidak bisa dikontrol dan hari-hari kekuasannya akan segera berakhir.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut