Chavez Gandeng Presiden Suriah Bashar Al-Assad Melawan Kapitalisme dan Imperialisme

CARACAS: Presiden Venezuela Hugo Chavez menerima kunjungan Presiden Bashar Al-Assad pada hari Sabtu (26/6) dan menyerukan kepada Amerika Latin dan dunia Arab untuk melawan kepentingan imperialis AS dan kapitalisme pasar-bebas.

Kedua negeri sosialis tersebut sepakat membentuk dana sebesar 100 juta dolar untuk mendanai perusahaan-perusahaan milik kedua bangsa tersebut. Mereka mendirikan kantor dwi-kebangsaan untuk ekspor minyak zaitun produksi Suriah, serta penelitian-pengembangan di bidang agrikultur. Sebaliknya, perusahaan migas milik negara Venezuela (PdVSA) akan membangun fasilitas penyulingan di Suriah dengan kapasitas produksi 140.000 barel per hari.

Menurutnya, kunjungan Assad merupakan bagian dari “proyek strategis untuk membangun kerjasama poros Caracas-Damaskus.”

“Tujuan kami adalah memainkan peran kunci dalam membebaskan dunia (dengan berjuang) melawan hegemoni kapitalistik dan neoliberal yang kini mengancam kelangsungan hidup umat manusia,” kata Chavez.

“Suriah tampil di depan dunia sebagai rakyat bermartabat yang terus mengusung bendera sosialisme Arab, yang mana ayah Anda adalah salah satu pimpinan terbesarnya,” tambah Chavez, mengacu pada almarhum presiden Suriah Hafez al-Assad (1970-2000).

Pimpinan Revolusi Bolivarian tersebut juga mengecam pendudukan wilayah Dataran Tinggi Golan oleh Israel dan mendukung Suriah dalam konfliknya dengan negeri Zionis tersebut.

Suriah secara teknis masih dalam keadaan perang dengan Israel dan sangat mendukung perjuangan rakyat Palestina dan Lebanon. Ia juga menjadi sasaran embargo sepihak oleh AS sehingga perkembangan ekonominya sangat terhambat.

“Tapi suatu hari negara genosidal Israel akan mendapat ganjarannya, dan marilah berharap agar di sana tercipta suatu negara yang sungguh-sungguh demokratis, yang kita semua bisa saling berbagi jalan dan ide. Ia telah menjadi tangan pembunuh Amerika Serikat; tak ada yang bisa meragukan itu. Ia merupakan ancaman bagi kita semua. Bukan saja bagi Anda tapi kami juga. Ancaman bagi negeri yang memperjuangkan kemerdekaannya,” kata Chavez menurut laporan Reuter.

Assad memuji Chavez karena berani menentang AS dan mendukung perjuangan Palestina.

“Hanya sedikit politikus yang berani berbicara ketika dibutuhkan,” katanya melalui penerjemah. “Chavez memproyeksikan citra Venezuela yang berlawan.”

Assad mengecam keras Israel yang disebutnya sebagai pemerintah “ekstrimis” dan mengutuk blokadenya terhadap Gaza.

“Perlawanan mereka harus didukung,” katanya.

Chavez tak lupa turut bergembira merayakan kemenangan Ghana terhadap Amerika Serikat dalam ajang Piala Dunia.

“Hebat sekali! Ghana menang, Ghana mengalahkan Amerika Serikat,” katanya

Hari minggu kemarin Assad mengunjungi Kuba untuk mempererat hubungan yang dekat di antara kedua negara tersebut. Setelahnya ia dijadwalkan mengunjungi Brasil dan Argentina.

Sumber: AFP, AP, PressTv, Voltairnet

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut