Hugo Chavez Janjikan Penguatan Kesetaraan Gender

Kandidat dari Partai Sosialis Venezuela (PSUV), Hugo Chavez, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kesetaraan gender di Venezuela jika dirinya kembali terpilih sebagai Presiden dalam pemilihan Oktober mendatang.

Chavez mengatakan, model pembangunan kapitalistik hanya akan selalu menjadikan perempuan sebagai objek kekerasan dan komoditi. “Kapitalisme selalu mereduksi perempuan sekedar sebagai objek seksual,” katanya.

Kata-kata Chavez ini meluncur setelah kandidat oposisi, Henrique Capriles, menggelar acara bertajuk “Pantaletazo”. Kata “Pantaleta” merujuk pada celana dalam perempuan. Pihak sosialis menuding pihak oposisi telah merendahkan martabat perempuan Venezuela dan perannya dalam sejarah.

Karena itu, sehubungan dengan pemilu Presiden Oktober mendatang, Chavez menghimbau agar kaum perempuan mengambil peranan yang lebih aktif. “Saya berharap, patriot perempuan Venezuela, dari hari ini  hingga 7 Oktober mendatang, bahkan seterusnya, dikerahkan ke mana-mana untuk memenangkan pertempuran,” kata Chavez.

Untuk diketahui, kutub sosialis mendapat dukungan luas dari berbagai sektor social perempuan Venezuela. Blanca Eekhout, koordinator nasional Kutub Patriotik Besar (GPP – koalisi organisasi yang mendukung proses revolusioner), mengatakan, perempuan Venezuela telah terbangunkan untuk membebaskan negerinya.

Bagi perempuan Venezuela, perjuangan mendukung kelanjutan kepemimpinan Hugo Chavez, terutama proyek sosialismenya, adalah hal mutlak. Sebab, bagi mereka, tidak ada kemajuan dan pembebasan perempuan sejati tanpa sosialisme.

Di samping itu, pemerintahan Chavez juga dianggap berkontribusi besar dalam memperkuat kesetaraan gender di negeri Bolivarian itu. Sebuah catatan menyebutkan, indeks kesetaraan gender di Venezuela, yakni 0.5, merupakan yang tertinggi di Amerika Latin.

Angka 0.5 itu mengacu pada kesetaraan penuh ‘0’ dan ketidaksetaraan penuh ‘1’. Kini, setelah hampir 14 tahun proyek kesetaraan social ala Chavez, perempuan Venezuela telah dimungkinkan berpartisipasi di segala bidang: social, ekonomi, politik, dan lain-lain.

Di bidang militer, misalkan, perempuan Venezuela sudah nyaris setara dengan laki-laki. Perempuan Venezuela sudah menghampiri separuh dari Angkatan Bersenjata Bolivarian (FANB) dan ditempatkan di bagian yang dulunya hanya milik laki-laki: komandan tempur, pimpinan kapal perang, pimpinan pilot tempur, awak kapal selam, kru tank/kendaraan lapis baja, dan lain-lain. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Venezuela, doktrin kemiliteran dan tugas pertahanan tidak lagi dianggap tugas gender tertentu, yakni laki-laki. Namun, tugas mempertahankan Negara, termasuk di garis depan (pertempuran), adalah tanggung-jawab laki-laki dan kaum perempuan Venezuela.

Chavez sendiri membuat serangkaian kebijakan untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan bernegara, seperti pembentukan Kementerian Perempuan Negeri, Bank Pembangunan khusus Perempuan (Banmujer), Undang-undang untuk melindungi Hak Perempuan dari perlakuan kekerasan, Lembaga Nasional perempuan, dan program-program seperti Mission Madres del Barrio, yang memungkinkan perempuan Venezuela bisa mengakses kehidupan yang lebih layak.

Di Venezuela, 3 dari 5 departemen dipimpin oleh Venezuela. Tibisay Lucena memimpin Dewan Pemilihan Nasional, Luisa Estela Morales menjadi kepala Mahkamah Agung, sedangkan Luisa Ortega Diaz adalah Jaksa Agung. Wanita lainnya, Cilia Flores, memimpin Majelis Nasional hingga akhir tahun 2010. Hari ini, parlemen Venezuela memiliki seorang tokoh perempuan, Blanca Eekhout, yang ditunjuk sebagai wakil presiden-nya.

Di level bawah, perempuan juga mengambil peran penting. Banyak diantara juru-bicara Dewan Komunitas adalah kaum perempuan. Kabarnya, 70% perwakilan dewan komunal adalah perempuan.

Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah konstitusi Venezuela punya perspektif gender dan menganut bahasa yang tidak seksis. Maklum, bahasa Spanyol banyak memisahkan antara maskulin dan feminin dalam bidang pekerjaan. Sebut saja: “presidente” (laki-laki) dan “presidenta” (perempuan).

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut