CELAC: Amerika Latin Membuat Sejarah Penting

Sejak kemarin, 2 Desember 2011, 33 pemimpin negara Amerika Latin dan Karibia sudah berkumpul di Caracas, Ibukota Venezuela. Mereka akan menghadiri pertemuan penting: Pertemuan Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC). Presiden Kuba Raul Castro menandai pertemuan ini sebagai “peristiwa terbesar dalam 200 tahun dari perjuangan semi-kemerdekaan.”

Sementara Presiden Ekuador, Rafael Correa, yang menjadi salah satu icon perubahan di Amerika Latin saat ini, menganggap pembentukan Komunitas Amerika Latin dan Karibia (CELAC) sebagai “langkah besar menuju otonomi penuh” dan terbebas dari pengaruh Washington.

Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers, Rafael Correa mengatakan CELAC bisa menjadi alternatif bagi Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS). “Kita butuh sistem baru, dimana kita membahas masalah-masalah kita di Amerika Latin, bukan Washington. Sebuah sistem yang tidak menjauhkan institusi ini dari visi, tradisi, nilai, dan kebutuhan kami,” katanya.

Carlos Alvarez, Sekjend dari Asosiasi Integrasi Amerika Latin (ALADI), menegaskan bahwa pembentukan Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) bermakna “akhir dari hegemoni Amerika Serikat terhadap negara-negara Amerika Latin.”

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan itu akan menjadi akhir bagi doktrin Monroe yang diperkenalkan oleh AS sejak 188 tahun lalu. “Sekarang Amerika Latin akan membangun visi dan nasibnya sendiri. Konflik, Agenda, dan persoalan akan diputuskan oleh kita sendiri, bukan oleh pihak asing,” katanya.

Hal senada di ungkapkan oleh Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, yang mengatakan: “Uni Amerika Latin merupakan hukuman mati bagi doktrin Monroe.” Doktrin Monroe merupakan kebijakan kolonialis Amerika yang diperkenalkan tahun 1823 oleh Presiden AS saat itu, James Monroe.

Mungkin ini adalah perwujudan dari pidato Simon Bolivar, bapak pembebas Amerika Latin, pada 1811. Ketika itu ia sudah bermimpi tentang Amerika Latin yang bersatu sebagai “benua terbebaskan”.

Bagi Venezuela, pertemuan ini menjadi agenda penting untuk mengkonsolidasikan berbagai perubahan di Amerika Latin, termasuk revolusi Bolivarian yang sudah berjalan lebih dari 13 tahun.

Presiden Hugo Chavez mengatakan dalam sambutan pembukaan pertemuan: “ini adalah saatnya bagi Amerika Latin dan Karibia. Mari membangun sebuah ruang geopolitik  seperti dicita-citakan oleh Simon Bolivar.”

Chavez menegaskan bahwa CELAC merupakan kesempatan kedua untuk membangun kebesaran tanah air, persatuan, dan kemerdekaan di kawasan ini.

Selain itu, dalam pidatonya Chavez menyerukan kepada pemimpin negara-negara utara agar mendengar apa yang sedang terjadi di selatan. “Saya berharap pemerintah Utara dapat mendengar apa yang terjadi di sini di selatan (…) Dalam hanya satu dekade, kami telah melakukan upaya besar untuk mengurangi kemiskinan secara umum, yang dulunya di atas 50 persen,” katanya.

Chavez membandingkan langkah-langkah progressif pemerintah Amerika latin dengan pemimpin di Eropa dan Amerika Serikat. Di Eropa dan AS, ketika terjerembab dalam krisis ekonomi, pemerintahnya justru melakukan pemotongan investasi sosial.

Beberapa jam sebelum pertemuan, Sekjend Uni Negara Amerika Selatan (UNASUR), Maria Emma Mejia, mengusulkan arsitektur keuangan baru untuk melindungi Amerika Selatan dari pengaruh krisis di Eropa dan dunia.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut