Capres Partai Buruh Menangi Pilpres Brazil

PT celebrate winner

Calon Presiden yang diusung Partai Buruh (PT), Dilma Rousseff, berhasil memenangi Pemilu Presiden (Pilpres) Brazil putaran kedua, Minggu (26/10/2014).

Menurut Majelis Pemilihan Umum (TSE) Brazil, Dilma meraih suara sebesar 51.45%. Sedangkan pesaingnya dari kubu sayap kanan, Aecio Neves, mendapat suara sebanyak 48.55%. Selisih suara kedua kandidat berkisar 2 juta orang pemilih.

Ini merupakan masa jabatan kedua bagi Dilma sebagai Presiden Brazil. Sebelumnya, Ia menjabat sebagai Presiden untuk masa jabatan 2011 hingga 2014. Sementara bagi Partai Buruh, ini merupakan masa jabatan keempat setelah 12 tahun menjadi partai berkuasa di Brazil.

Dilma lahir dari keluarga kelas menengah di Belo Horizonte, pada tahun 1947. Sejak menginjak Sekolah Menengah Atas, Dilma mulai aktif dalam pergerakan rakyat. Pada tahun 1964, ia bergabung dengan organisasi marxis bernama Organisasi Politik Pekerja Marxis Revolusioner (POLOP).

Kemudian, ketika sedang menjalani studi Ilmu Ekonomi di Universitas Federal Minas Gerais, Dilma bergabung dengan organisasi gerilyawan berhaluan kiri bernama Komando Revolusioner Nasional (COLINA). Saat itu, karena harus bergerak di bawah tanah, ia menggunakan nama samaran “Estella”.

Ia juga diketahui pernah menjadi organisasi Vanguarda Armada Revolucionária Palmares (VAR-Palmares), sebuah organisasi berhaluan marxis yang menjalankan perjuangan gerilya kota. Karena aktivitas revolusionernya itu, pada tahun 1970, di Sau Paulo, Dilma ditangkap oleh agen OBAN (intelijen gabungan polisi dan militer). Ia pun dibuih selama 2 tahun.

Tahun 1972, setelah keluar dari penjara, Dilma menyelesaikan studinya di bidang ekonomi. Kemudian, pada tahun 1980-an, ia menduduki jabatan penting di pemerintahan progressif. Ia juga bergabung dengan Partai Buruh di tahun 1980-an. Ia juga berpartisipasi di dalam pemerintahan Partai Buruh di bawah Lula Da Silva (2003-2011).

Selama menjabat Presiden di periode pertama, Dilma terbilang cukup sukses. Lebih dari 48 juta warga Brazil menerima manfaat dari program-program kesejahteraan sosial di bawah pemerintahan Partai Buruh.

Tak hanya itu, pemerintahannya juga berhasil menciptakan 21 juta lapangan pekerjaan dan menaikkan upah buruh. Pemerintahannya juga membuat kebijakan affirmative untuk mendorong anak dari keluarga miskin bisa menikmati pendidikan hingga Universitas.

Ekonomi Brazil tumbuh menjadi 7 besar dunia. Pendapatan perkapita naik tiga kali lipat dan ketimpangan menurun. Angka pengangguran juga menurun dari 12,3 % di tahun 2003 (sebelum Partai Buruh berkuasa) menjadi 4,9%. Sementara pekerja yang terperangkap di sektor informal menyusut dari 22% menjadi 13%.

Untuk masa jabatan kedua, Dilma menjanjikan perluasan dan pendalaman program sosial untuk memerangi kemiskinan dan menghilangkan ketimpangan ekonomi. Ia juga menjanjikan pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk menjahit teritori Brazil yang luas. Ia juga menjanjikan akses internet broadband gratis ke seluruh negeri.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut