Camila Vallejo Terpilih Sebagai Anggota Kongres

Camila-vallejo-chile.jpg

Camila Vallejo, tokoh mahasiswa yang populer saat pemberontakan mahasiswa Chili tahun 2011 lalu, terpilih sebagai anggota Kongres melalui pemilu putaran pertama pada hari Minggu (17/11/2013).

Vallejo, yang maju dari Partai Komunis Chile, terpilih dari daerah pemukiman kaum buruh di La Florida, di Provinsi Santiago, Chili. “Mari kita rayakan kemenangan ini di jalan-jalan La Florida,” tulis Vallejo di akun Twitternya.

Selain Vallejo, tiga aktivis gerakan mahasiswa lainnya, yakni Giorgio Jackson, Gabriel Boric, dan Karol Cariola, juga terpilih sebagai anggota DPR. Giorgio Jackson dan Gabriel Boric maju dari independen, sedangkan Kariola maju dari partai komunis.

Secara umum, hasil pemilu putaran pertama Chili memperlihatkan pergeseran politik ke kiri. Selain kemenangan Vallejo dan tiga aktivis mahasiswa lainnya, kandidat dari sosialis Michelle Bachelet juga memenangi pemilu putaran pertama.

Bachelet, seorang dokter yang juga anak dari seorang Jenderal pendukung Salvador Allende, meraih suara 47%. Ia mengalahkan pesaing utamanya, Evelyn Matthei, anak seorang jenderal pendukung Pinochet, yang cenderung ekstrem kanan.

Namun demikian, karena gagal meraih suara 50%, maka Bachelet harus ikut putaran kedua yang akan berlangsung tanggal 15 Desember mendatang. Banyak pengamat memperkirakan bahwa Bachelet akan memenangkan pertarungan kedua tersebut.

Bachelet, yang pernah menjabat Presiden periode 2006-2010, menjanjikan reformasi melalui sejumlah program seperti memerangi ketidaksetaraan, mereformasi konstitusi peninggalan Pinochet, menaikkan pajak bagi sektor bisnis untuk mendanai pendidikan dan program sosial, perlindungan bagi LGBT, pengakuan terhadap hak aborsi, pembuatan tempat penitipan anak gratis, dan lain-lain.

Dalam pemilu kali ini, Bachelet maju melalui sebuah koaliasi luas yang disebut “Nueva Mayoria” (Mayoritas Baru), yang melibatkan Partai Komunis Chili di dalamnya. Keunggulan Bachelet dalam pemilu putaran pertama banyak disumbang oleh ketidakpuasan berbagai sektor sosial di Chili terhadap kebijakan neoliberal rezim Sebastian Pinera.

Meskipun kediktatoran Pinochet resmi berakhir 23 tahun lalu, tetapi warisannya masih bertahan dalam sistem ekonomi dan politik Chili hingga hari ini. Konstitusi 1980, yang diciptakan oleh era Pinochet, masih berlaku hingga saat ini.

Sistem ekonomi neoliberal, yang juga diterapkan pertamakali di era Pinochet melalui kelompok Chicago Boys, telah menyebabkan ketimpangan ekonomi yang parah di Chili saat ini. Pertumbuhan ekonomi selalu tercatat bagus, yakni rata-rata 5% per tahun, tetapi mayoritas rakyat Chili tidak menerima manfaatnya.

Indeks Gini, yang mengukur tingkat ketimpangan pendapat, di Chile, berada di angka 0,49. Ini merupakan yang tertinggi di lingkaran negara-negara OECD. Data lain mengungkapkan, hanya 20% warga Chile menguasai 60% GDP negara tersebut.

Di Chili, pendidikan menjadi barang yang mahal. 90% universitas di Chili berada di genggaman swasta. Tak hanya itu, swasta juga mengelola 35% pendidikan jenjang menengah. Biaya pendidikan ditentukan sesuai dengan mekanisme pasar. Hal tersebut membuat mayoritas rumah tangga di Chili kesulitan menyekolahkan anaknya.

Hal itulah yang perhatian utama dari kampanye Vallejo. Ia mengusung agenda reformasi pendidikan, pajak progressif, dan perombakan konstitusi. Vallejo menyebut agendanya ini senapas dengan program politik partainya, partai Komunis, yang hendak melakukan “Revolusi Demokratik” di negeri itu.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut