Camila Vallejo: Neoliberalisme Berlawanan Dengan HAM dan Demokrasi

CamilaVallejo

Dua pemimpin gerakan mahasiswa Chili, Camila Vallejo dan Noam Titelman, sedang berada di New York, Amerika Serikat. Keduanya datang untuk menerima sebuah penghargaan: Letelier-Moffitt Human Rights Award tahun 2012.

Nama penghargaan itu mengacu pada nama diplomat Chili, Orlando Letelier, dan koleganya Ronni Karpen Moffit, yang dibunuh oleh agen rejim Pinochet-AS di Washington. Itu terjadi pada bulan September 1976. Sebuah bom meledakkan mobil Orlando Letelier.

Camila sempat menyampaikan pidato singkat. Menurut dia, model neoliberal sekarang ini  tidak cocok dengan Hak Azasi Manusia (HAM). Selain itu, ketika sebagian besar kekayaan hanya menumpuk di segelintir tangan, neoliberalisme tidak cocok dengan demokrasi.

Baginya, cara terbaik berterima kasih atas penghargaan itu adalah melanjutkan pekerjaan bersejarah sebagai dedikasi dari hidupnya. “Kami akan berjuang untuk pendidikan gratis, berkualitas, dan universal, hak-hak pekerja, dan pelayanan kesehatan terbaik untuk seluruh rakyat. Kami akan berjuang untuk menasionalisasi kekayaan alam Chile. Kami akan melanjutkan perjuangan untuk menentukan nasib sendiri dan penghargaan terhadap masyarakat adat kami.”

Ia menyampaikan, penghargaan yang diterimanya bukan hanya untuk gerakan mahasiswa Chile, tetapi juga untuk dosen dan pengajar, termasuk juga masyarakat adat Chile. “Saya mendedikasikan ini kepada masyarakat adat Mapuche yang sekarang ini dijadikan tahanan politik. Termasuk empat orang yang melakukan mogok makan selama hampir 2 bulan,” katanya.

Selain menghadiri acara penerimaan penghargaan, Camila dan Noam Titelma juga menghadiri sejumlah undangan diskusi. Salah satunya, mereka menghadiri diskusi panel tentang “kebangkitan gerakan mahasiswa” di Graduate Center City University of New York (CUNY).

Dalam sebuah diskusi, Camila Vallejo menjelaskan kekerasan sistemik AS terhadap rakyat di Amerika Latin. Salah satu kasus yang disoroti adalah keterlibatan AS dalam menggulingkan Salvador Allende.

Pada kesempatan lain, ketika ditanya sikapnya soal pemilu AS, Camila Valleo hanya berpesan, “Amerika Serikat bertanggung-jawab atas kekejaman di banyak tempat di Amerika Latin dan tempat lain di dunia. Dan tentu saja selama periode kediktatoran (Pinochet), AS terbukti terlibat di dalamnya.”

Karena itu, Camila Vallejo mendesak agar AS tidak lagi memandang amerika latin sebagai “halaman belakangnya”. Ia juga mendesak AS menghentikan segala bentuk intervensi di kawasan Amerika lantin.

Ia juga berbicara panjang lebar mengenai pendidikan. Katanya, salah satu warisan dari kediktatoran Pinochet, yang notabene di dukung oleh AS, adalah pendidikan berbau neoliberalisme.

Ironisnya, ujar Camila, sistem pendidikan neoliberal itu hanya mereproduksi sistem neoliberalisme itu sendiri. Pendidikan neoliberal ini hanya mengarah pada individualisme, kesuksesan pribadi.

Karena itu, Camila menegaskan, gerakan mahasiswa di Chile sedang berjuang untuk mengubah watak negara Chile. “Kami yakin rakyat Chile butuh negara yang menjamin hak-hak mereka. Tidak sekedar subsidi. Dan menjadi salah satu melindungi hak dan melindungi sumber daya alam kita.”

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • angga

    like