Camila Vallejo: Kaum Muda Harus Aktif Dalam Politik

Gerakan mahasiswa Chile sedang berhadapan dengan dua momen penting: pemilihan walikota pada bulan Oktober dan pemilihan parlemen plus Presiden pada tahun 2013.

Camila Vallejo, pemimpin gerakan mahasiswa Chile yang kesohor ke seantero dunia, menganggap gerakan mahasiswa harus mengambil peran dalam momentum politik itu. Camila sendiri tercatat sebagai  anggota Partai Komunis Chile.

Bagi Camila Vallejo, keterlibatan mahasiswa dalam momentum pemilihan itu penting untuk tetap menjaga pengaruh gerakan mahasiswa di tengah sektor-sektor sosial yang luas di masyarakat.

Sayang, kata Camila, gerakan mahasiswa belum satu suara mengenai hal tersebut. Ada kelompok mahasiswa yang menyatakan boikot. Bagi Camila, boikot akan kehilangan esensinya jika pemilu tetap terlaksana.

Gerakan jalanan sendiri masih terus berlangsung. Meskipun, pada awal tahun sempat muncul gejala “Aksi tak Menentu/tanpa arah”. Namun, setelah melalui proses diskusi dan self-kritik, sudah terjadi koreksi. Ini ditunjukkan oleh fakta mobilisasi 180.000 orang pada 28 Agustus lalu untuk menuntut pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.

Berikut wawancara Camila Vallejo dengan IPS:

IPS: kaum muda Chile menandai agenda politik Chile pada tahun 2011. Apakah anda pikir penting bagi mereka untuk mengambil peran mewakili rakyat?

Camila Vallejo (C): Ini sangat penting. Itulah sebabnya mengapa kami mendukung kandidat partai Komunis, Camilo Ballesteros (25 tahun), menjadi walikota di distrik Central Station. Dia adalah pemimpin yang baik dan akan menjadi walikota yang baik.

Selain itu, Universitas Santiago De Chile, dimana Camilo menjadi Presiden Federasi Mahasiswa, berada di jantung kota. Aku yakin, dia punya kemampuan untuk menyampaikan dan memanfaatkan nilai tambah seperti pusat pendidikan di daerahnya, sesuatu yang oleh pemerintahan sayap kanan tidak pernah bisa dilakukannya.

IPS: Apakah anda bersedia mengambil peranan semacam ini, misalnya parlemen?

C: Saya mengatakan di berbagai media nasional bahwa “Ya, aku bersedia”, meskipun ini masih jauh dari tujuan saya dan diri saya sendiri. Tujuan saya adalah negara yang lebih demokratis, yang akan mengakhiri konstitusi warisan kediktatoran Pinochet, dengan memilih anggota konstituante baru dan menulis ulang konstitusi.

Kami harus menghapus sistem elektoral “binomial” (Dua legislator dengan perolehan suara tertinggi per-distrik). Kami harus menasionalisasi sumber daya alam kami. Kami juga harus bebas dan merdeka, punya pendidikan publik yang berkualitas, dan hak-hak sosial. Ini adalah tujuan saya dan saya siap berkontribusi untuk ini dimanapun diperlukan.

IPS: Beberapa mahasiswa menyerukan pemboikotan pemilihan walikota. Apa pendapat anda tentang hal itu?

C: Ini kesalahan. Dengan mengusulkan ini, Koordinator Majelis Mahasiswa tingkat kedua telah menciptakan ramalan untuk kalah, karena pemilihan akan tetap diselenggarakan.

Satu-satunya hal yang mungkin mereka capai adalah mempertahankan dukungan sejumlah kaum muda dalam jajak pendapat, yang pada gilirannya ini merupakan kemunduran dalam hal pengaruh yang sudah diraih gerakan mahasiswa dalam ruang institusional.

IPS: Apakah anda setuju dengan mereka yang menganggap gerakan mahasiswa sedang menurun, atau bahwa orang sudah mulai lelah karena tujuan mereka tak pernah tercapai?

C: pada awal tahun ini, gerakan mahasiswa memang bertindak tidak menentu (tanpa arah), dan akhirnya terisolasi dari sektor sosial lainnya. Tetapi sebuah proses diskusi, kritik, dan self-kritik dilaksanakan. Pada hari Selasa, 28 Agustus 2012, banyak orang yang bergabung dalam aksi protes kami, memperkuatnya—ini sangat massif. Keluarga-keluarga di Chile kembali turun ke jalan.

Sehubungan dengan apa yang harus dilakukan untuk menghindari “keausan”, anda harus mendorong dan melindungi kesatuan dengan sektor luas dari massa-rakyat.

IPS: Apa artinya menjadi komunis di tengah gerakan sosial yang tampaknya terus-menerus menjauh dari partai dan kekuatan tradisional?

C: Saya tidak akan berbagi pandangan tentang gerakan sosial di Chili. Selain itu, aku bukan komunis yang dimasukkan dalam gerakan sosial dan kemudian saya terlepas. Aku bagian dari ini, sebagai bagian dari compañeros dari sayap pemuda Partai Komunis. Kami merupakan bagian dari gerakan ini di berbagai tempat.

Pada saat yang sama, di setiap pabrik, perusahaan, serikat buruh, dewan komunitas, bahkan di parlemen, di setiap tempat itu ada aktivis komunis, yang sedang berjuang untuk kemenangan sosial.

IPS: Apa pendapat anda tentang model politik berbeda di setiap negeri? Bagi banyak orang, slogannya “another world is possible”—tapi bagaimana bisa itu dilakukan?

C: Setiap negara punya pengalaman unik, dan tidak baik untuk meniru model dari negara tertentu. Selama bertahun-tahun, neoliberal berusaha meniru “Amerikan Dream” di Amerika Latin, yang telah menyebabkan kemiskinan, ketimpangan, keterbelakangan pendidikan, dan kesengsaraan. Namun demikian, ada sesuatu yang bisa dipelajari dari berbagai pengalaman negeri lain.

“Dunia lain adalah mungkin” untuk sejauh bahwa setiap masyarakat berhasil menemukan jalan sendiri menuju demokrasi yang lebih besar dan penguatan hak-hak sosial, seperti pendidikan dan kesehatan gratis, perumahan yang layak, dan gaya hidup yang selaras dengan lingkungan.

IPS: Reputasi Anda sebagai seorang pemimpin mahasiswa telah melampaui perbatasan Chile, dan Anda telah mampu melihat situasi di bagian lain di Amerika Latin. Apa pandangan Anda dari proses yang berbeda dari perubahan?

C: Saya pikir situasi keseluruhan di wilayah tersebut cukup positif. Pemerintah yang progresif telah berhasil untuk bergerak ke arah integrasi ekonomi, sosial dan politik yang lebih besar dengan cara pengelompokan seperti Persatuan Bangsa Amerika Selatan (UNASUR), Pasar Bersama Selatan (Mercosur), dan Komunitas Amerika Latin dan Karibia (Celac).

Chile, meskipun mengambil bagian dalam pengelompokan ini, bertentangan dengan mayoritas negara-negara di Amerika Selatan, dengan populis-nya, dengan pemerintahan sayap kanan.

Marianela Jarroud

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut